Kediri, LINGKARWILIS.COM β Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis Bandara Internasional Dhoho dapat mulai melayani keberangkatan jemaah haji sebagai embarkasi pada 2027. Berbagai persiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung terus dimatangkan guna merealisasikan target tersebut.
Optimisme itu disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa saat menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu (1/7/2026).
Rapat tersebut membahas kesiapan teknis dan operasional embarkasi haji, mulai dari infrastruktur bandara, aksesibilitas, kebutuhan sumber daya manusia (SDM), skema operasional penerbangan, hingga mitigasi berbagai potensi risiko.
Dalam pembahasan tersebut, Bandara Dhoho diproyeksikan menjadi salah satu embarkasi haji yang melayani sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di wilayah Mataraman.
Baca juga :Β Polisi Cilik Binaan Satlantas Polres Kediri Tampil Memukau pada Peringatan Hari Bhayangkara ke-80
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk akses jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga pembangunan jalan tol menuju Bandara Dhoho yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Selain infrastruktur transportasi, pemerintah juga mulai mempersiapkan layanan kesehatan di sekitar kawasan bandara guna menunjang pelayanan bagi calon jemaah haji.
“Dalam jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan lahan seluas 65 hektare yang berlokasi sekitar satu kilometer dari Bandara Dhoho untuk mendukung pengembangan fasilitas pelayanan haji,” ujarnya.
Dari sisi akomodasi, lanjutnya, telah tersedia sekitar 10 hotel di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri dengan total kapasitas mencapai 748 kamar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional embarkasi haji.
Baca juga :Β Dinkes Kabupaten Kediri Ingatkan Warga Jaga Kesehatan Saat Fenomena Mbediding
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pembentukan embarkasi haji baru harus didukung kesiapan yang matang agar pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.
Menurutnya, aspek kenyamanan, keamanan, dan efisiensi harus menjadi prioritas utama sebelum embarkasi baru mulai dioperasikan.
“Kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, regulasi, hingga simulasi operasional menjadi faktor penting yang harus dipenuhi sebelum embarkasi baru dapat beroperasi,” tegasnya.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin





