Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Perum Bulog terus mengintensifkan penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Tulungagung sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Penyaluran dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berkolaborasi dengan Polres Tulungagung.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan distribusi beras SPHP terus digencarkan agar masyarakat memperoleh akses terhadap beras dengan harga terjangkau. Dalam pelaksanaannya, Polres Tulungagung berperan sebagai mitra penyalur untuk memastikan beras SPHP dapat diterima langsung oleh masyarakat.
Menurut Yonas, mekanisme distribusi melalui Polri dilakukan secara terpusat. Polres Tulungagung mengajukan kebutuhan beras kepada Bulog melalui sistem Purchase Order (PO). Setelah proses administrasi selesai, pengambilan stok dilakukan secara mandiri oleh pihak kepolisian di gudang Bulog.
Baca juga : Ritual Jamasan Tombak Kyai Upas Masuk Kalender Wisata, Disbudpar Tulungagung Siapkan Promosi Lebih Awal
“Selain GPM bersama Pemerintah Daerah, kami juga berkolaborasi dengan Polri melalui Polres Tulungagung dalam penyaluran beras SPHP kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Setelah beras diterima, Polres Tulungagung bersama seluruh polsek jajaran mendistribusikannya secara bertahap kepada masyarakat. Penyaluran juga melibatkan personel Bhabinkamtibmas yang bergerak secara mobile hingga ke kawasan permukiman warga.
Yonas menjelaskan, jumlah beras SPHP yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Dalam satu bulan pelaksanaan GPM, Polres Tulungagung rata-rata mengajukan sekitar 50 ton beras SPHP.
“Jumlahnya bervariasi, namun rata-rata permintaan dari Polres Tulungagung mencapai sekitar 50 ton beras SPHP setiap bulan untuk didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Baca juga : Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Gas Elpiji 3 Kilogram di Kabupaten Kediri Dipastikan Aman
Meski demikian, pengambilan beras tidak dilakukan sekaligus. Pada tahap awal, Polres Tulungagung mengambil sekitar 10 ton yang kemudian disalurkan selama satu pekan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
Saat ini, masyarakat dapat memperoleh beras SPHP dengan harga tebus Rp11.000 per kilogram. Program tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





