Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Gas Elpiji 3 Kilogram di Kabupaten Kediri Dipastikan Aman

Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Gas Elpiji 3 Kilogram di Kabupaten Kediri Dipastikan Aman
Kepala Disdagrin Kabupaten Kediri drh. Tutik Purwaningsih sidak gas 3 kilo di Wates Jumat siang (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Kediri memastikan ketersediaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di wilayahnya dalam kondisi aman. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan panic buying karena pasokan dinilai mencukupi.

Kepastian tersebut diperoleh setelah tim Disdagrin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke 18 pangkalan elpiji yang tersebar di Kecamatan Wates, Ngancar, Kunjang, Purwoasri, Plosoklaten, Banyakan, Grogol, Kras, dan Ngadiluwih pada Jumat (3/7).

Kepala Disdagrin Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan stok gas melon di seluruh pangkalan masih tersedia dalam jumlah memadai. Apabila persediaan mulai menipis, pihak pangkalan dapat segera mengajukan penambahan pasokan kepada Pertamina.

“Secara umum, ketersediaan gas elpiji 3 kilogram masih sangat mencukupi. Meski permintaan meningkat selama bulan Suro, pasokan tetap aman. Jika stok di pangkalan berkurang, mereka bisa langsung menghubungi Pertamina dan pengiriman dilakukan pada hari yang sama sesuai kebutuhan,” ujar Tutik.

Baca juga :Β Pemkab Kediri Targetkan Bandara Dhoho Mulai Layani Embarkasi Haji pada 2027

Ia juga mengingatkan bahwa elpiji 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, pengguna yang tidak berhak diminta tidak membeli gas melon agar distribusinya tetap tepat sasaran.

Menurut Tutik, kalangan aparatur sipil negara (ASN), restoran, rumah makan, kafe, maupun pelaku usaha yang tergolong mampu sebaiknya menggunakan elpiji nonsubsidi, seperti tabung 12 kilogram berwarna merah muda (pink).

Dengan kondisi pasokan yang stabil, Disdagrin mengimbau masyarakat tetap membeli gas elpiji sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *