Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Perum Jasa Tirta (PJT) I terus melanjutkan perbaikan jalan selingkar Bendungan Wonorejo, Kabupaten Tulungagung. Pada tahun 2026, pembangunan ditargetkan mencakup ruas sepanjang 3,8 kilometer sebagai bagian dari penanganan bertahap terhadap jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) PJT I, Nina Meitasari, mengatakan program rehabilitasi jalan telah dimulai sejak 2024 dan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.
Pada 2024, perbaikan dilakukan sepanjang 1 kilometer, kemudian berlanjut sepanjang 2 kilometer pada 2025. Sementara itu, pada tahun ini PJT I menargetkan penyelesaian pembangunan sepanjang 3,8 kilometer.
“Kami telah melakukan perbaikan jalan selingkar Bendungan Wonorejo secara bertahap. Selain untuk mendukung operasional PJT, pembangunan ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang memanfaatkan akses jalan tersebut,” ujar Nina, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, pembangunan diprioritaskan pada ruas jalan yang telah berstatus sebagai aset milik PJT I. Pasalnya, kawasan jalan selingkar Bendungan Wonorejo juga mencakup aset milik sejumlah instansi lain, seperti Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kementerian Kehutanan, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Karena itu, PJT I terus melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memetakan batas kepemilikan aset sehingga pembangunan dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing.
“Status kepemilikan jalan di kawasan tersebut tidak seluruhnya milik PJT. Karena itu kami perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, maupun BBWS dalam menentukan penanganannya,” jelasnya.
Nina menambahkan, total ruas jalan yang menjadi aset PJT I mencapai sekitar 6,8 kilometer. Hingga saat ini, sekitar 3 kilometer telah selesai diperbaiki. Apabila target pembangunan sepanjang 3,8 kilometer pada tahun 2026 dapat diselesaikan, maka seluruh ruas jalan yang menjadi aset PJT I akan rampung diperbaiki.
Untuk meningkatkan daya tahan jalan, pembangunan dilakukan menggunakan konstruksi cor beton, mengingat jalur tersebut kerap dilalui kendaraan dengan muatan berat.
“Kami menggunakan konstruksi beton agar jalan lebih kuat, tahan lama, dan mampu menahan beban kendaraan bertonase besar yang melintas di kawasan Bendungan Wonorejo,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





