Sah! 9 Anggota AHWA Muktamar NU Terpilih, KH Nurul Huda Djazuli Raih Suara Tertinggi

Sah! 9 Anggota AHWA Muktamar NU Terpilih, KH Nurul Huda Djazuli Raih Suara Tertinggi
Data hasil tabulasi dan 9 daftar nama anggota AHWA terpilih dalam Muktamar ke-35 NU Jombang (Ist)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Proses penghitungan suara untuk menentukan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama telah rampung. Dari 34 nama ulama dan kiai sepuh yang diusulkan pengurus wilayah dan cabang NU dari berbagai daerah di Indonesia, sembilan nama dengan suara terbanyak ditetapkan sebagai anggota AHWA.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, terdapat 4.703 suara sah yang masuk. Sembilan ulama dengan perolehan suara tertinggi selanjutnya akan menjalankan mekanisme AHWA untuk menentukan kepemimpinan tertinggi NU.

AHWA merupakan mekanisme musyawarah yang melibatkan para ulama terpilih untuk memberikan pertimbangan sekaligus menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU sesuai tata cara yang telah ditetapkan dalam Muktamar.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Nurul Huda Djazuli, berada di posisi teratas setelah memperoleh 485 suara atau sekitar 10,3 persen.

Baca juga :Β Lukisan Pasir Jombang Berpesona, Open Studio Akhiyak Sambut Tamu Muktamar NU

Posisi kedua ditempati ulama asal Aceh, TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu, dengan 477 suara atau 10,1 persen. Sementara peringkat ketiga diraih AG Dr KH Baharuddin HS, MA dari Sulawesi Selatan dengan perolehan 392 suara atau 8,3 persen.

Peringkat keempat ditempati KH Miftachul Akhyar yang memperoleh 350 suara atau 7,4 persen. Selanjutnya KH Afifuddin Muhajir dari Situbondo mengantongi 339 suara atau 7,2 persen.

Ketua MUI Jawa Timur KH Anwar Iskandar berada di posisi keenam dengan 326 suara atau 6,9 persen. Kemudian KH Anwar Manshur dari Lirboyo Kediri memperoleh 303 suara atau 6,4 persen.

Dua nama lainnya yang melengkapi sembilan anggota AHWA adalah mantan Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj dengan 273 suara atau 5,8 persen serta ulama Jawa Barat Dr KH Abun Bunyamin, MA dengan 268 suara atau 5,7 persen.

Persaingan menuju posisi sembilan besar berlangsung cukup ketat. KH Muhammad Wildan Salman berada tepat di bawah sembilan besar dengan 250 suara atau 5,3 persen. Sementara KH Abdullah Kafabihi Mahrus dari Lirboyo memperoleh 213 suara atau 4,5 persen.

Baca juga :Β Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemkab Kediri Gencarkan Home Visit

Sejumlah ulama lainnya juga mendapatkan dukungan dari peserta muktamar. Di antaranya KH Ali Kholil sebanyak 144 suara, TGH Ma’arif Ma’mun 138 suara, Dr KH Manarul Hidayat 134 suara, KH Munif Zuhri 121 suara, KH Abdullah Ubab Maimoen 102 suara, serta KH Ahmad Musthofa Bisri atau Gus Mus yang memperoleh 96 suara.

Selanjutnya, KH Ubaidillah Shodaqoh mendapatkan 70 suara, KH Ali Akbar Marbun 61 suara, dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin memperoleh 48 suara.

Sementara itu, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim memperoleh 42 suara, Buya Muhtadi 25 suara, KH Moch Chozin Adenan 20 suara, dan TGH Turmudzi Badaruddin 11 suara.

Dirjen Bimas Islam Prof Dr KH Kamaruddin Amin memperoleh lima suara. Habib Syeikh Abdul Rahim Puang Makka mendapat dua suara. Sedangkan Dr KH Afepuddin, KH Nailuzzahri, KH Zuhri Zaini, KH Mustafa Bakri Nasution, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, KH M Nuh Ad-Dawami, KH Hasib Wahab Hasbullah, dan KH Moh Mudatsir Badruddin masing-masing mendapatkan satu suara.

Dari enam zona pemungutan suara, zona keempat mencatat perolehan suara terbanyak dengan 936 suara. Berikutnya zona kedua sebanyak 864 suara, zona ketiga 855 suara, zona kelima 718 suara, zona keenam 688 suara, dan zona pertama 642 suara.

Dengan selesainya proses rekapitulasi, sembilan anggota AHWA terpilih selanjutnya akan menjalani sidang tertutup. Forum tersebut akan membahas dan menentukan Rais Aam PBNU yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penetapan kepemimpinan PBNU.***

Reporter: Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *