Blitar, LINGKARWILIS.COM – Masyarakat Kota Blitar diimbau lebih berhati-hati saat membakar sampah. Terlebih, saat ini wilayah tersebut memasuki puncak musim kemarau yang membuat kondisi lahan dan pekarangan cenderung kering sehingga api mudah merambat.
Imbauan tersebut disampaikan UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Blitar menyusul tercatatnya sejumlah kejadian kebakaran lahan sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data UPT Damkar Kota Blitar, selama Januari hingga Agustus 2026 terdapat sedikitnya delapan kejadian kebakaran lahan yang ditangani petugas. Beruntung, seluruh kejadian tersebut berhasil dikendalikan sehingga api tidak sampai merembet ke permukiman maupun rumah warga.
Kepala UPT Damkar Kota Blitar, Bayu Wijayanto, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kondisi cuaca yang semakin kering.
“Kami mengimbau agar meningkatkan kehati-hatian. Apalagi saat ini sudah masuk puncak musim kemarau,” kata Bayu, Minggu (6/9/2026).
Baca juga : Delapan Bulan, Imigrasi Blitar Catat PNBP Rp12,4 Miliar
Menurutnya, kebakaran lahan tidak selalu berawal dari sumber api besar. Dalam sejumlah kasus, pemicunya justru berasal dari aktivitas sederhana seperti membakar sampah.
Api yang awalnya digunakan untuk membakar sampah dalam jumlah sedikit dapat dengan mudah merambat apabila tidak diawasi. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika angin bertiup kencang dan di sekitar lokasi terdapat tumpukan daun kering serta lahan yang telah mengering.
“Kami mengimbau dan tidak menganjurkan masyarakat membakar sampah. Ini karena api pembakaran sampah yang tidak diawasi secara ketat, mudah merambat ke lahan kering di sekitarnya dan menyebabkan kebakaran lebih luas,” harapnya.
Bayu mencontohkan kejadian kebakaran lahan yang berlangsung pada Juli 2026. Saat itu, UPT Damkar menerima laporan dua kebakaran lahan masing-masing di wilayah Kelurahan Sananwetan dan Kelurahan Bendo.
Baca juga : Ribuan Pelari Ramaikan Kediri Run 2026, Wabup Dewi Lepas Peserta di SLG
Dari hasil penanganan dan informasi yang diperoleh, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh api sisa pembakaran sampah maupun aktivitas pembersihan lahan. Api kemudian merambat ke area lahan kering di sekitarnya.
Bayu berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama selama puncak musim kemarau.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi kebakaran,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





