Tembakau Kepuhrejo Jombang Laris, Harga Rajangan Kering Tembus Rp50 Ribu per Kilogram

Tembakau Kepuhrejo Jombang Laris, Harga Rajangan Kering Tembus Rp50 Ribu per Kilogram
Tembakau rajangan milik warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang ketika dijemur sinar matahari di area persawahan (Saha)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Musim panen tembakau tahun 2026 membawa angin segar bagi petani di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Selain hasil panen yang dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, harga tembakau di tingkat petani juga mengalami peningkatan.

Untuk tembakau rajangan kering, harga saat ini berada di kisaran Rp37 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram. Sementara tembakau kualitas non-gula mampu mencapai harga Rp50 ribu per kilogram.

Kepala Desa Kepuhrejo, Asiami, mengatakan kondisi tanaman tembakau tahun ini cukup bagus. Pertumbuhan tanaman dinilai lebih baik dibandingkan musim sebelumnya dan hasil setelah proses perajangan juga meningkat.

“Tanaman tembakau redemanya bagus dibandingkan tahun lalu. Dalam satu kwintal bisa keluar 18-20 kilogram kalau di ranjang. Harganya juga bagus tahun ini,” ujar Asiami saat dikonfirmasi awak media, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, harga jual yang cukup tinggi menjadi kabar menggembirakan bagi petani. Pasalnya, untuk menghasilkan tembakau hingga siap dipasarkan, petani harus mengeluarkan biaya cukup besar.

Baca juga : Pemkab Kediri Lanjutkan Pembangunan Jalan Akses Menuju Kawah Gunung Kelud

Pengeluaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai pengolahan lahan, pembelian bibit dan pupuk, perawatan tanaman, pemanenan, proses perajangan hingga pengeringan.

Selain tembakau kering, daun tembakau basah jenis rejeb juga masih memiliki nilai ekonomi. Komoditas tersebut saat ini dihargai sekitar Rp7 ribu per kilogram.

Namun, sebagian besar petani di Kepuhrejo memilih melakukan proses perajangan secara mandiri. Langkah tersebut dilakukan agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Mayoritas di sini petani memproses sendiri, dirajang. Di Desa Kepuhrejo sudah 80 persen dipanen. Alhamdulillah tahun ini harganya bagus dibandingkan tahun kemarin,” jelasnya.

Hingga awal September 2026, sekitar 80 persen tanaman tembakau di wilayah Desa Kepuhrejo telah dipanen. Setelah dipetik, daun tembakau kemudian menjalani proses perajangan dan pengeringan sebelum dipasarkan.

Desa Kepuhrejo selama ini dikenal sebagai salah satu sentra tembakau di kawasan utara Brantas. Bagi masyarakat setempat, komoditas tersebut juga menjadi salah satu penopang utama perekonomian warga.

Bahkan pada 2025, Pemerintah Kabupaten Jombang menetapkan Kepuhrejo sebagai Desa Tematik Tembakau. Dengan luasan lahan yang mencapai puluhan hektare, aktivitas budidaya hingga pengolahan tembakau turut menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Baca juga : Diduga Melaju Kencang, Pick Up Box Oleng dan Tabrak Pembatas Tol Jombang-Mojokerto

“Panen melimpah plus harga tinggi menjadi suntikan semangat bagi petani yang selama ini bergelut dengan cuaca tak menentu sekarang ini,” terangnya.

Di tengah hasil panen yang melimpah dan harga yang relatif menguntungkan, harapan petani kini sederhana. Mereka berharap harga tembakau tetap bertahan hingga seluruh hasil produksi terserap pasar.

“Sebab bagi mereka, panen bagus dan harga menguntungkan adalah modal untuk menutup biaya produksi sekaligus menghidupi keluarganya,” pungkasnya.***

Reporter: Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *