Jombang, LINGKARWILIS.COM – Temuan ulat pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, seorang penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Dusun Ngelo, Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, menemukan ulat pada olahan sayur pakcoy dan kubis.
Menu tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kharizmajaya dan diterima pada Kamis (24/9/2026) pagi.
Penerima manfaat berinisial P mengatakan, temuan tersebut diketahui setelah paket MBG sampai di rumahnya sekitar pukul 09.34 WIB. Sebelum menyantap makanan, ia mengaku terlebih dahulu memeriksa isi paket dan melihat seekor ulat berada di atas sayuran.
“Jadi saya tadi ambil MBG jam 09.30 pagi, sampai rumah jam 09.34 karena tempat pengambilannya dekat. Sesampainya di rumah, saya buka dan sebelum mencicipi saya teliti dulu. Ternyata terlihat jelas ada ulat di atas sayurannya,” ujarnya.
Baca juga : Hilang Enam Hari, Lansia 96 Tahun Ditemukan Meninggal di Persawahan Kudubanjar Jombang
Temuan tersebut kemudian dilaporkan melalui grup MBG dan kepada PIC kader Posyandu setempat. Laporan itu selanjutnya diteruskan kepada pengelola SPPG Kharizmajaya.
Pihak SPPG merespons laporan tersebut dengan mengganti paket makanan. Penerima manfaat kemudian mendapatkan menu pengganti berupa ayam crispy, minuman kemasan ABC Sari Kacang Hijau, dan buah kelengkeng.
“Setelah mengetahui hal itu saya sudah komplain ke grup MBG dan kader yang menyampaikan ke SPPG. Menu makanannya langsung diganti dengan menu baru yakni ayam crispy, minuman kemasan ABC Sari Kacang Hijau, dan buah kelengkeng,” ungkapnya.
Sebelumnya, paket MBG yang diterima P berisi nasi putih, telur mata sapi, oseng sawi pakcoy dan kubis, oseng tempe kacang tanah, serta buah semangka dan melon.
P mengaku temuan tersebut bukan pertama kali dialaminya. Ia menyebut sudah tiga kali mendapatkan menu yang menurutnya bermasalah dari SPPG yang sama.
Pengalaman pertama terjadi ketika anaknya menerima menu sayur asem yang disebut terdapat ulat. Berikutnya, ia mengaku pernah mendapatkan menu ayam suwir yang dinilainya sudah tidak layak konsumsi. Temuan ulat pada sayur pakcoy menjadi kejadian ketiga.
Baca juga : Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Beri Tenggat 7 Hari, Penguasaan Kios dan Sewa Bawah Tangan Bakal Ditindak
“Sudah tiga kali ini saya dapat menu tidak layak. Pertama dari anak saya, MBG sekolah menu sayur asem ada ulatnya. Kedua ayam suwir basi, ketiga ini tadi ada ulatnya. Menu sayur asem ibu saya langsung ke SPPG, dan pihak SPPG juga sama dari SPPG Kharizmajaya, namun pihaknya sudah minta maaf dan kejadian sayur asemnya juga sudah lama,” imbuhnya.
Ia berharap pemeriksaan makanan dilakukan lebih teliti sebelum paket didistribusikan kepada penerima manfaat. Menurutnya, makanan yang akan dibagikan seharusnya diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kualitas dan kelayakannya.
“Saya berharap pihak SPPG lebih teliti lagi sebelum mengirimkan ke penerima manfaat. Sebaiknya program tersebut bisa diganti uang, lebih aman bisa buat masak sendiri dan menu sesuai kesukaan anak,” tutupnya.
Sementara itu, Camat Mojowarno Ronni Afriandie membenarkan adanya temuan ulat pada menu MBG tersebut. Setelah menerima informasi, pihak kecamatan bersama petugas terkait mendatangi SPPG Kharizmajaya untuk melakukan pengecekan.
“Jadi setelah kami cek, ternyata memang benar ada kejadian tersebut, kami juga melakukan pembinaan dan SPPG sudah mengganti dengan MBG baru,” terangnya.
Aslap SPPG Kharizmajaya, Hari Adi Gunawan, juga membenarkan adanya temuan ulat tersebut. Ia mengatakan, pada Kamis (24/9/2026), dapurnya menyiapkan menu MBG untuk 1.997 penerima manfaat, baik siswa maupun kelompok 3B.
“Iya tadi setelah ada laporan, saya langsung nyamperin ke situ dan mengganti juga meminta maaf. Cuma satu itu saja dari yang menu untuk bumil, sekolah juga tidak ada,” jelasnya.
Menurut Hari, berdasarkan pemeriksaan sementara, ulat tersebut kemungkinan berasal dari serangga yang terdapat pada sayuran pakcoy yang digunakan sebagai bahan menu oseng.
“Yang jelas kami akan evaluasi lagi setelah ini, dan kami minta maaf,” paparnya.
Kepala SPPG Kharizmajaya Fikri Wahyu Amirulloh juga mengatakan pihaknya langsung mendatangi penerima manfaat setelah menerima laporan. Selain meminta maaf, pihaknya memberikan menu pengganti.
“Setelah mendapatkan informasi tersebut kami dan tim mendatangi lokasi kejadian. Kemudian memberikan menu pengganti dan kami memohon maaf kepada pihak penerima manfaat,” tulis Fikri melalui pesan WhatsApp.
Fikri menjelaskan, pihak SPPG masih melakukan pemeriksaan internal untuk mengetahui bagaimana ulat dapat ditemukan pada sayuran yang sebelumnya telah melalui proses pemilahan.
“Kami dan tim sudah memeriksa. Namun, yang terjadi ada kejadian menonjol pada sayur yang sudah kami pilah. Dan kami masih menyelidiki kejadian hari ini kepada relawan kami serta evaluasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan bahan makanan di dapur SPPG mencakup sejumlah aspek, mulai dari kondisi kemasan dan kebersihan, warna, aroma, tekstur, hingga kelayakan makanan.
Pemeriksaan juga mencakup kemungkinan adanya ulat, serangga, telur serangga, jamur, maupun benda asing lainnya. Untuk bahan kemasan, petugas turut mengecek tanggal kedaluwarsa, sedangkan bahan yang membutuhkan suhu dingin diperiksa kondisi penyimpanannya.
“SOP petugas pemeriksa meliputi kondisi kemasan dan kebersihan, warna, aroma, tekstur, dan kelayakan, ada atau tidaknya ulat, serangga, telur serangga, jamur atau benda asing, tanggal kedaluwarsa untuk bahan kemasan, serta kondisi bahan yang membutuhkan suhu dingin. Saat ini kami masih dalam proses penyelidikan internal serta evaluasi. Kami sudah ganti dan sudah berkunjung dengan tim ke penerima manfaat. Dan sudah selesai permasalahannya, di SPPG sudah ada Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” pungkasnya.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





