Sabtu Kelabu, Tujuh Kebakaran Terjadi di Kabupaten Kediri, Kerugian Capai Ratusan Juta

Sabtu Kelabu, Tujuh Kebakaran Terjadi di Kabupaten Kediri, Kerugian Capai Ratusan Juta
Petugas Damkar Kabupaten Kediri pos Grogol padamkan api di pabrik kerupuk di Desa Kalirong Tarokan Sabtu dini hari (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Warga Kabupaten Kediri perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Dalam sehari, tujuh peristiwa kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kediri, Sabtu (3/10/2026), mulai dini hari hingga sore.

Kebakaran tersebut melanda sejumlah objek, mulai dari pabrik kerupuk, area sepah tebu, lahan jati, lahan kosong, lahan tebu, kandang sapi hingga rumpun bambu. Total kerugian dari beberapa kejadian tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Khaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, kebakaran pertama terjadi di pabrik kerupuk milik Suwaris, warga Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui tetangga pemilik pabrik yang mencium bau asap. Informasi itu kemudian disampaikan kepada pemilik pabrik sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Baca juga : Bakar Daduk Ditinggal, Lahan Tebu Jelang Panen di Kediri Terbakar Hebat

Petugas Damkar Pos Grogol langsung melakukan pemadaman dengan mengerahkan satu armada berkapasitas 5.000 liter air dan lima personel. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu setengah jam.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp25 juta.

Kebakaran kedua terjadi di area sepah tebu pada penggilingan gula Jawa di Desa Slumbung, Kecamatan Ngadiluwih. Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan dalam proses penyelidikan. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta.

“Kebakaran ketiga terjadi di lahan jati milik warga Desa Dawung Kecamatan Mojo. Lahan ini terbakar akibat warga bakar sampah namun tak ditunggu hingga merembet ke lahan jati dan tidak ada korban jiwa,” katanya.

Selanjutnya, kebakaran keempat terjadi di lahan kosong milik warga di Desa Titik, Kecamatan Semen. Kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang ditinggal sehingga api merembet ke lahan sekitar.

Baca juga : SDHI Resmi Kelola Bandara Dhoho Kediri Secara Mandiri Mulai 5 Oktober 2026, Ini Infonya

Kebakaran kelima terjadi di lahan tebu Desa Kapi, Kecamatan Kunjang. Dalam kejadian tersebut juga dilaporkan menimbulkan kerugian material.

Sementara kebakaran keenam terjadi pada kandang sapi di Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang tidak ditunggui hingga akhirnya merembet ke kandang sapi.

Beruntung, sapi yang berada di dalam kandang berhasil diselamatkan sehingga tidak sampai menjadi korban.

“Kebakaran ke enam di kandang sapi di Desa Sumberbendo Pare. Kebakaran terjadi karena saat membakar sampah tak ditunggu dan merembet ke kandang sapi dan sapi bisa terselamatkan,” jelas Khaleb.

Kebakaran ketujuh terjadi pada rumpun bambu di Dusun Bangkerep, Desa/Kecamatan Tarokan. Rumpun bambu milik Zaenal, warga setempat, terbakar sebelum akhirnya berhasil ditangani petugas Damkar Pos Grogol.

Rentetan kebakaran tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pembakaran, terutama saat kondisi lingkungan kering pada musim kemarau.

Warga diimbau tidak meninggalkan api ketika membakar sampah maupun material lainnya. Sebab, api yang semula kecil dapat dengan cepat merembet ke lahan kering, tanaman, bangunan maupun objek lain di sekitarnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *