Ponorogo Belum Masuk Musim Hujan, BPBD Sebut Hujan di Sejumlah Wilayah Masih Fenomena Biasa

Ponorogo Belum Masuk Musim Hujan, BPBD Sebut Hujan di Sejumlah Wilayah Masih Fenomena Biasa Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum bisa menjadi penanda bahwa Bumi Reog telah memasuki musim penghujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menyebut sebagian wilayah masih berada dalam periode peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Bahkan, sejumlah daerah hingga kini masih mengalami dampak kekeringan. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan hujan yang turun di wilayah Ngebel, Badegan, dan Slahung masih tergolong fenomena biasa yang dapat terjadi di tengah musim kemarau. Menurutnya, suatu wilayah baru dapat dinyatakan memasuki musim penghujan apabila curah hujan mencapai sedikitnya 50 milimeter per dasarian selama tiga dasarian berturut-turut. “Hujan yang turun di beberapa wilayah seperti Ngebel, Badegan, dan Slahung masih merupakan fenomena biasa di tengah musim kemarau. Jadi, Ponorogo belum bisa dinyatakan masuk musim penghujan,” kata Masun. Masun menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Ponorogo diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada pertengahan hingga akhir November 2026. Sementara itu, sejumlah wilayah diprediksi mengalami awal musim hujan lebih lambat. Di antaranya Kecamatan Pudak, Pulung, Sooko, dan Ngrayun yang diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada Desember mendatang. “Kalau perkiraan dan prediksi BMKG hujan masih di bulan November, kemungkinan pada pertengahan,” ujarnya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung menganggap hujan yang turun saat ini sebagai tanda berakhirnya musim kemarau. Warga juga diminta tetap memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari pihak berwenang. Pasalnya, BPBD Ponorogo hingga kini masih melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Langkah tersebut akan terus dilakukan selama masih terdapat permintaan dari masyarakat. “Selama masih ada permintaan dropping air bersih ya tetap kita lakukan, karena memang masih terjadi kekurangan air bersih,” pungkas Masun. Reporter: Sony Dwi Prastyo Editor:
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun (SOny)

Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum bisa menjadi penanda bahwa Bumi Reog telah memasuki musim penghujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menyebut sebagian wilayah masih berada dalam periode peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Bahkan, sejumlah daerah hingga kini masih mengalami dampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan hujan yang turun di wilayah Ngebel, Badegan, dan Slahung masih tergolong fenomena biasa yang dapat terjadi di tengah musim kemarau.

Menurutnya, suatu wilayah baru dapat dinyatakan memasuki musim penghujan apabila curah hujan mencapai sedikitnya 50 milimeter per dasarian selama tiga dasarian berturut-turut.

“Hujan yang turun di beberapa wilayah seperti Ngebel, Badegan, dan Slahung masih merupakan fenomena biasa di tengah musim kemarau. Jadi, Ponorogo belum bisa dinyatakan masuk musim penghujan,” kata Masun.

Masun menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Ponorogo diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada pertengahan hingga akhir November 2026.

Baca juga : Stok Beras Bulog Ponorogo Aman, Dipastikan Cukup hingga Lebaran

Sementara itu, sejumlah wilayah diprediksi mengalami awal musim hujan lebih lambat. Di antaranya Kecamatan Pudak, Pulung, Sooko, dan Ngrayun yang diperkirakan baru memasuki musim penghujan pada Desember mendatang.

“Kalau perkiraan dan prediksi BMKG hujan masih di bulan November, kemungkinan pada pertengahan,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung menganggap hujan yang turun saat ini sebagai tanda berakhirnya musim kemarau. Warga juga diminta tetap memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari pihak berwenang.

Pasalnya, BPBD Ponorogo hingga kini masih melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Langkah tersebut akan terus dilakukan selama masih terdapat permintaan dari masyarakat.

“Selama masih ada permintaan dropping air bersih ya tetap kita lakukan, karena memang masih terjadi kekurangan air bersih,” pungkas Masun.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *