Dua Kasus Pembuangan Bayi Terungkap, Satu Bayi Meninggal di Tangan Ibunya

Dua Kasus Pembuangan Bayi Terungkap, Satu Bayi Meninggal di Tangan Ibunya
Konferensi pers ungkap kasus kekerasan pada dan aborsi di Polres Kediri Rabu sore (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Polres Kediri mengungkap dua kasus pembuangan bayi dan janin yang terjadi di wilayah Kabupaten Kediri. Dalam salah satu kasus, seorang bayi yang baru dilahirkan meninggal setelah diduga dibekap oleh ibunya.

Kasus pertama terungkap setelah warga menemukan jasad bayi di belakang rumah warga di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare. Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian mengamankan TW (23), warga Desa Tunglur, Kecamatan Badas, dan DA (22), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare.

Kapolres Kediri AKBP Mohamad Wahyudin Latif mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari hubungan asmara antara TW dan DA yang telah berlangsung selama sekitar tiga tahun. Keduanya mengaku menjalin hubungan dan bahkan berencana menikah pada Januari 2027.

Namun, kehamilan TW tidak mendapat persetujuan dari orang tua kedua belah pihak. Kondisi tersebut kemudian membuat keduanya mengambil keputusan untuk menyembunyikan kelahiran bayi tersebut.

Menurut Latif, TW mulai mengalami kontraksi pada 2 Oktober 2026. Sehari kemudian, bayi dilahirkan di kamar mandi.

Baca Juga : Bupati Kediri Mas Dhito Sebut Angka Penurunan Stunting Harus Real, Bukan untuk Membuat Senang Bupati

Setelah bayi lahir, TW disebut membekap bayi tersebut selama sekitar 15 menit dengan alasan agar tidak menangis. Bayi kemudian meninggal dunia.

“Setelah bayi lahir, pelaku TW kemudian membekap bayi tersebut selama kurang lebih 15 menit hingga bayi meninggal dunia,” kata Latif saat konferensi pers di Mapolres Kediri, Rabu (7/10/2026) petang.

Setelah itu, bayi tersebut disimpan di dalam lemari kamar TW. TW kemudian menghubungi DA. Selanjutnya, DA membawa jasad bayi ke Desa Gedangsewu untuk kemudian dikuburkan di belakang rumah.

Kasus tersebut akhirnya terungkap setelah warga menemukan jasad bayi di lokasi tersebut. Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menangkap kedua pelaku. Keduanya kini telah diamankan dan menjalani penahanan di Polres Kediri.

Dalam kesempatan yang sama, Polres Kediri juga mengungkap kasus pembuangan janin berusia sekitar lima bulan yang terjadi di Dusun Kunir, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu.

Baca juga : Bupati Kediri Mas Dhito Sebut Angka Penurunan Stunting Harus Real, Bukan untuk Membuat Senang Bupati

Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan RWP (20), warga Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, dan AW (20), warga Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, sebagai pelaku.

” Kami juga mengungkap kasus penemuan janin bayi lima bulan di Dusun Kunir Desa Bulupasar Pagu. Pelaku adalah RWP (20) warga Desa Bulupasar Pagu dan AW (20) warga Desa Mejono Kecamatan Plemahan. Keduanya ditangkap dan kini sudah ditahan Sat Reskrim Polres Kediri,” katanya.

Latif menjelaskan, perkara tersebut bermula dari hubungan asmara antara RWP dan AW hingga AW mengalami kehamilan. Keduanya kemudian berupaya menggugurkan kandungan karena tidak ingin kehamilan tersebut diketahui oleh keluarga masing-masing.

Menurut keterangan polisi, AW kemudian mengonsumsi obat yang disebut digunakan untuk menggugurkan kandungan. Setelah itu, AW mengalami kontraksi hingga janin keluar dari rahim. Namun, bagian kepala janin masih tertinggal sehingga kembali terjadi kontraksi hingga kepala janin keluar.

Karena tidak ingin kehamilan tersebut diketahui keluarga, AW kemudian menyimpan janin di dalam kamar dan menghubungi RWP.

Keduanya selanjutnya sepakat membuang janin tersebut. Janin kemudian dibuang di jalan wilayah Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu.

“Keduanya juga sudah kami tahan dan masih jalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kediri,” jelas Latif.

Polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap kedua pasangan dalam dua perkara tersebut untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan peran masing-masing pelaku.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *