Kediri, LINGKARWILIS.COM – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri menangani 407 kejadian kebakaran dan 1.475 kegiatan evakuasi selama Januari hingga September 2026. Data Satpol PP Kabupaten Kediri per 30 September 2026 tersebut menunjukkan peningkatan kejadian kebakaran saat memasuki musim kemarau.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan jumlah kebakaran tertinggi terjadi pada September. Kondisi kemarau panjang, ditambah kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan, menjadi sejumlah faktor yang memicu kebakaran meluas ke area lain.
Berdasarkan data bulanan, pada Januari Damkar menangani delapan kebakaran dan 194 evakuasi. Februari tercatat lima kebakaran dan 148 evakuasi, sedangkan Maret sebanyak 16 kebakaran dan 165 evakuasi.
Pada April, petugas menangani 12 kebakaran dan 131 evakuasi. Selanjutnya, Mei tercatat 21 kebakaran dan 131 evakuasi, serta Juni sebanyak 37 kebakaran dan 95 evakuasi.
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Intensifkan Patroli di Wilayah Rawan Karhutla saat Kemarau
Memasuki musim kemarau, angka kebakaran meningkat tajam. Pada Juli, Damkar menangani 99 kebakaran dan 173 evakuasi. Jumlah tersebut menurun menjadi 79 kebakaran dan 65 evakuasi pada Agustus, sebelum kembali melonjak pada September.
“Jumlah kebakaran tertinggi terjadi pada September, yakni sekitar 130 kejadian. Kondisi ini dipengaruhi kemarau panjang dan kebiasaan membakar sampah yang tidak ditunggui hingga api merembet ke tempat lain akibat tiupan angin,” kata Khaleb.
Ia menambahkan, Juli menjadi bulan dengan jumlah kebakaran tertinggi kedua, disusul Agustus. Secara umum, kejadian kebakaran cenderung meningkat ketika wilayah Kabupaten Kediri memasuki musim kemarau.
Dari sisi penyebab, kebakaran akibat pembakaran sampah yang tidak diawasi tercatat sebanyak 117 kejadian. Berikutnya, korsleting listrik sebanyak 59 kejadian, puntung rokok 18 kejadian, dan kebocoran gas delapan kejadian.
Sementara itu, objek yang paling banyak terbakar adalah rumpun bambu sebanyak 113 kejadian, disusul lahan tebu 91 kejadian dan rumah 54 kejadian.
Selain memadamkan api, Damkar Kabupaten Kediri juga menangani berbagai permintaan evakuasi dan penyelamatan. Evakuasi sarang tawon menjadi layanan terbanyak, yakni 682 kali, disusul evakuasi ular sebanyak 229 kali.
Baca juga : Disdagrin Kabupaten Kediri Pastikan Pasar Ngadiluwih Beroperasi Awal Desember 2026
Petugas juga melakukan evakuasi kucing sebanyak 36 kali, biawak 24 kali, kera dua kali, sapi empat kali, dan trenggiling empat kali. Selain itu, tercatat penanganan kutu atau hewan lain yang disebut dalam laporan sebagai “biaya” satu kali, serta ulat dan musang satu kali.
Untuk layanan penyelamatan lainnya, petugas menangani penyelamatan orang sebanyak enam kali dan penyelamatan hewan lima kali. Damkar juga membersihkan jalan dari tumpahan oli sebanyak enam kali, membantu melepaskan anting empat kali, serta melepaskan cincin sebanyak 60 kali.
Khaleb mengimbau masyarakat lebih berhati-hati menggunakan sumber api, terutama selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah tanpa pengawasan dan memastikan api benar-benar padam agar tidak merembet ke lingkungan sekitar.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





