Kediri, LINGKARWILIS.COM – Memasuki puncak musim kemarau pada Oktober 2026, sementara hujan belum menunjukkan tanda-tanda turun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri meningkatkan patroli dan pemantauan di sejumlah kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas, terutama ke permukiman warga yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Wilayah rawan karhutla di Kabupaten Kediri tersebar di dua kawasan utama. Di wilayah barat Sungai Brantas, titik rawan berada di kaki perbukitan Gunung Wilis, meliputi Kecamatan Mojo, Semen, Banyakan, dan Grogol.
Sementara di wilayah timur, kawasan rawan berada di kaki perbukitan Gunung Kelud, meliputi Kecamatan Kandangan, Kepung, Puncu, Ngancar, dan Plosoklaten.
Baca juga : Disdagrin Kabupaten Kediri Pastikan Pasar Ngadiluwih Beroperasi Awal Desember 2026
Sejumlah wilayah tersebut menjadi sasaran utama patroli dan monitoring BPBD Kabupaten Kediri untuk mengantisipasi kebakaran yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Ariyanto, mengatakan pemantauan di titik-titik rawan perlu dimaksimalkan agar kejadian karhutla yang berulang setiap tahun dapat dicegah atau segera ditangani jika terjadi.
Untuk mendukung upaya tersebut, BPBD berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) di wilayah setempat.
“Kami juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan agar tidak membakar sampah, membuat api unggun, atau membuang puntung rokok sembarangan. Hal-hal tersebut bisa memicu kebakaran yang kemudian menyebar dengan cepat dan meluas. Gesekan pohon tumbang saat musim kemarau panjang juga bisa menyebabkan kebakaran,” katanya.
Ariyanto juga mengingatkan masyarakat yang berburu hewan dengan cara mengasapi lubang persembunyian agar memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan berpotensi memicu kebakaran, terlebih kondisi vegetasi yang kering membuat api mudah merambat.
Baca juga : Ini Jadwal Suplai Air Bersih BPBD Kabupaten Kediri untuk Desa Ponggok dan Surat
Menurutnya, risiko karhutla meningkat saat kemarau karena kondisi lingkungan yang kering ditambah tiupan angin kencang di kawasan pegunungan.
BPBD Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api di sekitar kawasan hutan. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





