Kediri, LINGKARWILIS.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Klampisan, Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, berlangsung khidmat dan meriah. Pengajian umum yang menghadirkan Gus M. Syaifullah Faqihuddin Zahid atau Gus Ipul dari Cepoko, Nganjuk, tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu juga dimeriahkan penampilan Hadroh Al-Ghozali. Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, acara ini menjadi sarana memperkuat keimanan, menjaga kerukunan, dan mengajak masyarakat mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Gus Ipul menegaskan bahwa tujuan menuntut ilmu agama bukan sekadar menambah pengetahuan atau menjadikan seseorang pintar. Lebih dari itu, ilmu yang dipelajari harus memberikan manfaat nyata dan membawa perubahan positif dalam perilaku.
“Inti dari mengaji itu bukan sekadar kita menjadi orang yang pintar, tetapi bagaimana ilmu yang kita pelajari bisa membawa manfaat dalam kehidupan kita,” ungkapnya.
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Intensifkan Patroli di Wilayah Rawan Karhutla saat Kemarau
Menurut Gus Ipul, pengajian memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperdalam pemahaman agama sekaligus meneladani perjuangan dan akhlak Nabi Muhammad SAW.
Ia mengingatkan masyarakat Desa Janti agar tidak menjadikan pengajian sebatas rutinitas, tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai agama hendaknya menjadi pedoman dalam bertindak, berbicara, serta menjalin hubungan dengan sesama.
Keberhasilan seseorang dalam menuntut ilmu, lanjutnya, tidak hanya diukur dari banyaknya pengetahuan yang dikuasai, tetapi juga dari perubahan sikap menuju pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia.
“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak ilmu yang kita miliki, melainkan bagaimana ilmu tersebut menjadikan kita pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan semakin dekat kepada Allah SWT,” pesannya.
Gus Ipul berharap ilmu yang diperoleh melalui pengajian tersebut menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keselamatan dunia dan akhirat, serta semakin menguatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
Sementara itu, Kepala Desa Janti, Ir. H. Muryadi, mengapresiasi seluruh masyarakat dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut pengajian Maulid Nabi menjadi penutup rangkaian kegiatan masyarakat yang diawali dengan persiapan peringatan Agustusan, dilanjutkan berbagai kegiatan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dan diakhiri dengan doa bersama dalam momentum Maulid Nabi.
“Alhamdulillah, antusiasme warga pada kegiatan pengajian malam hari ini sangat luar biasa. Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, mulai dari lembaga desa, masyarakat, tokoh masyarakat, para ulama, kiai, sesepuh hingga keluarga besar Fatayat dan Muslimat,” ujarnya.
Baca juga : Ini Jadwal Suplai Air Bersih BPBD Kabupaten Kediri untuk Desa Ponggok dan Surat
Muryadi berharap pengajian Maulid Nabi dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus dilestarikan. Menurutnya, kegiatan keagamaan semacam ini penting untuk menjaga ingatan masyarakat terhadap perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW, sekaligus menumbuhkan harapan memperoleh syafaat beliau.
Selain memberikan manfaat dari sisi keagamaan, kegiatan tersebut juga dinilai membawa dampak positif bagi perekonomian warga. Kehadiran masyarakat turut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan pengajian ini turut menggerakkan UMKM dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka,” tambahnya.
Muryadi juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran aparat kecamatan, unsur Muspika, Koramil, Polsek, Banser, serta seluruh petugas keamanan yang membantu menjaga kelancaran acara. Menurutnya, sinergi berbagai elemen masyarakat menjadi kunci terselenggaranya kegiatan secara aman, tertib, dan kondusif.
Ia berharap kebersamaan tersebut terus terjaga sehingga berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.
Apresiasi serupa disampaikan Babinsa Desa Janti, Sertu Priyo Ari Cahyono. Ia menilai antusiasme masyarakat yang hadir mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan kerukunan warga.
“Tausiyah dari Gus Ipul sangat bermanfaat, dapat menyejukkan suasana dan menambah kerukunan antarwarga. Semoga Janti selalu aman dan kondusif,” pesannya.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, masyarakat Desa Janti diharapkan tidak hanya semakin mencintai Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan, hingga membangun lingkungan yang rukun dan harmonis.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





