KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Kediri menggandeng Pondok Pesantren Lirboyo menggelar Sholat Istisqo’ sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Ponpes Lirboyo, Jumat (6/11/2026).
Pelaksanaan sholat diikuti Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha. Adapun yang bertindak sebagai imam sekaligus memimpin kegiatan adalah Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus.
Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali menjelaskan, Sholat Istisqo’ menjadi salah satu upaya spiritual yang dilakukan bersama masyarakat untuk memohon keberkahan hujan. Pasalnya, hujan yang sempat mengguyur Kota Kediri beberapa waktu sebelumnya belum cukup optimal untuk mengakhiri kondisi kemarau.
Ia berharap hujan segera turun dengan membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat, tanpa disertai bencana maupun dampak yang merugikan.
Baca juga : Pagar Museum Sri Aji Jayabhaya Dikebut, Pemkab Kediri Siapkan Anggaran Rp350 Juta
“Karena ini musim kemarau panjang dan beberapa waktu lalu Kota Kediri memang sempat hujan, tetapi belum optimal. Oleh karena itu, hari ini kita berkolaborasi dengan pesantren untuk melaksanakan Sholat Istisqo’. Harapannya, semoga segera turun hujan yang membawa berkah, tidak menimbulkan bencana, serta bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi sumber kehidupan,” tuturnya.
Di samping melakukan ikhtiar melalui doa bersama, Pemkot Kediri juga memperkuat langkah pencegahan untuk mengantisipasi berbagai risiko selama musim kemarau. Salah satu perhatian pemerintah daerah adalah potensi kebakaran lahan maupun lingkungan permukiman.
Mbak Wali mengungkapkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi kebakaran lahan di salah satu wilayah Kota Kediri. Menyikapi kejadian tersebut, pemerintah kota langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Petugas BPBD juga segera menuju lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan.
Baca juga : Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 9.641 Calon Jemaah
Selain penanganan kejadian, pemerintah daerah turut mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membakar sampah sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.
Menurut Vinanda, kebiasaan membakar sampah tanpa memastikan api benar-benar padam berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Kediri meningkatkan sosialisasi dan memasang papan informasi di sejumlah lokasi.
“Kemudian kita juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah di lingkungan sekitar. Karena kemarin ada kejadian juga, salah satu masyarakat membakar sampahnya kemudian tidak melakukan pemadaman secara optimal, akhirnya api melebar. Makanya kemarin BPBD beserta OPD terkait melakukan sosialisasi serta memasang informasi di beberapa titik. Harapannya, ini bisa mengingatkan masyarakat agar bersama-sama dan saling menjaga,” jelasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Kediri berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan selama musim kemarau. Kewaspadaan bersama dinilai diperlukan untuk mencegah kebakaran sekaligus meminimalkan risiko bencana.
Kegiatan Sholat Istisqo’ ini juga dihadiri para masyayikh dan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad, serta Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari.
Turut hadir perwakilan Forkopimda Plus Kota Kediri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri A. Zamroni, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkot Kediri, camat dan lurah se-Kota Kediri, serta para santri Pondok Pesantren Lirboyo.***
Editor : Hadiyin






Responses (2)