Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 9.641 Calon Jemaah

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 9.641 Calon Jemaah
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 9.641 Calon Jemaah (Ist)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Bandara Internasional Dhoho Kediri (DHX) resmi ditetapkan sebagai salah satu bandara embarkasi dan debarkasi haji reguler untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.

Melalui penetapan tersebut, Bandara Dhoho diproyeksikan melayani keberangkatan dan kepulangan sebanyak 9.641 calon jemaah haji yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Wilayah layanan Embarkasi Dhoho meliputi Kabupaten Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kota Madiun.

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 92 Tahun 2026 tentang Embarkasi dan Debarkasi Haji Reguler Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 21 Oktober 2026.

Baca juga : Pagar Museum Sri Aji Jayabhaya Dikebut, Pemkab Kediri Siapkan Anggaran Rp350 Juta

Selain menetapkan Bandara Dhoho sebagai lokasi embarkasi dan debarkasi, Kementerian Haji dan Umrah juga menunjuk Wisma Surya Kediri sebagai tempat transit jemaah dari wilayah layanan tersebut.

Fasilitas transit ini akan mendukung rangkaian pelayanan jemaah, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan hingga proses pemulangan setelah menunaikan ibadah haji.

Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, menyambut positif keputusan pemerintah tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Bandara Internasional Dhoho Kediri.

Menurut Maksin, penetapan ini menjadi tonggak penting sekaligus tanggung jawab besar bagi pengelola bandara untuk memastikan kesiapan pelayanan penerbangan haji.

“Alhamdulillah, penetapan ini merupakan milestone penting bagi Bandara Dhoho. Kami melihatnya sebagai sebuah peluang sekaligus tanggung jawab besar untuk mempersiapkan layanan penerbangan haji dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Baca juga : Komisi III DPRD Kabupaten Kediri Apresiasi Progres Penyelesaian Pasar Ngadiluwih

Ia menambahkan, pihaknya akan mempercepat berbagai persiapan operasional serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penyelenggaraan embarkasi dan debarkasi haji 2027 berjalan lancar.

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi kesiapan infrastruktur dan fasilitas bandara, pengaturan alur pergerakan jemaah, peningkatan kualitas pelayanan penumpang, serta pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

PT Surya Dhoho Investama juga merencanakan simulasi operasional bersama Pemerintah Kabupaten Kediri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan dan mobilitas jemaah berlangsung terintegrasi, efektif, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Penetapan Embarkasi Dhoho diharapkan tidak hanya memperluas fungsi Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai infrastruktur transportasi udara, tetapi juga memperkuat perannya dalam mendukung pelayanan perjalanan ibadah haji.

Di sisi lain, keberadaan layanan embarkasi dan debarkasi tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Berbagai sektor pendukung, seperti transportasi, akomodasi, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diharapkan turut merasakan manfaatnya.

Bagi PT Surya Dhoho Investama selaku pengelola bandara, penetapan ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kesiapan infrastruktur, mutu pelayanan, serta sinergi dengan seluruh pihak terkait.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Bandara Internasional Dhoho Kediri diharapkan mampu memberikan pelayanan embarkasi dan debarkasi haji 2027 yang aman, nyaman, dan optimal.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *