Musim Transisi, Dinkes Kabupaten Kediri Ingatkan Warga Waspadai ISPA

Musim Transisi, Dinkes Kabupaten Kediri Ingatkan Warga Waspadai ISPA Kediri, LINGKARWILIS.COM – Memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Perubahan kondisi cuaca pada masa transisi dapat memengaruhi kondisi tubuh. Terlebih, daya tahan setiap orang berbeda sehingga masyarakat perlu menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit. Dinkes Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat mencukupi waktu istirahat dan mengurangi paparan langsung sinar matahari. Saat beraktivitas di luar ruangan, warga disarankan menggunakan topi atau pelindung lainnya untuk menghindari panas berlebih yang dapat membuat tubuh cepat lelah. Selain itu, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan debu dan partikel di udara yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Adapun sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri saat menelan, kesulitan makan, hidung terasa panas atau tersumbat, pusing hingga demam. Jika mengalami keluhan tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Warga juga diingatkan tidak mengonsumsi obat secara sembarangan tanpa mendapatkan petunjuk tenaga medis. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Pemkab Kediri, Kamis (1/10) pagi. Khatib menambahkan, kondisi cuaca yang berubah-ubah selama masa transisi perlu diantisipasi dengan menjaga kebugaran tubuh. Menurutnya, kondisi tubuh yang menurun dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. "Ada baiknya jangan abai jika kondisi tubuh sedang drop. Segera obati dan jangan tunda untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga. Jika dalam satu keluarga ada yang satu sakit, pasti anggota keluarga terdampak dan ini segera cari solusi untuk peroleh kondisi tubuh yang benar-benar bugar dan sehat," imbuhnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Perubahan kondisi cuaca pada masa transisi dapat memengaruhi kondisi tubuh. Terlebih, daya tahan setiap orang berbeda sehingga masyarakat perlu menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit.

Dinkes Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat mencukupi waktu istirahat dan mengurangi paparan langsung sinar matahari. Saat beraktivitas di luar ruangan, warga disarankan menggunakan topi atau pelindung lainnya untuk menghindari panas berlebih yang dapat membuat tubuh cepat lelah.

Selain itu, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan debu dan partikel di udara yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

Baca juga : Wabup Dewi Ajak Generasi Muda Kediri Perkuat Persatuan dan Jiwa Pancasilais

Adapun sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri saat menelan, kesulitan makan, hidung terasa panas atau tersumbat, pusing hingga demam.

Jika mengalami keluhan tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Warga juga diingatkan tidak mengonsumsi obat secara sembarangan tanpa mendapatkan petunjuk tenaga medis.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Pemkab Kediri, Kamis (1/10) pagi.

Khatib menambahkan, kondisi cuaca yang berubah-ubah selama masa transisi perlu diantisipasi dengan menjaga kebugaran tubuh. Menurutnya, kondisi tubuh yang menurun dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Baca juga : PMI Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Palang Merah Hongkong untuk Keluarga Korban Kebakaran

“Ada baiknya jangan abai jika kondisi tubuh sedang drop. Segera obati dan jangan tunda untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga. Jika dalam satu keluarga ada yang satu sakit, pasti anggota keluarga terdampak dan ini segera cari solusi untuk peroleh kondisi tubuh yang benar-benar bugar dan sehat,” imbuhnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *