KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Kerusakan jalan berlubang di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, kembali menjadi sorotan. Padahal, sejumlah titik di ruas tersebut sebelumnya sempat mendapatkan perbaikan melalui penambalan. Namun, kondisi jalan kini kembali rusak dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan cukup parah terlihat di sisi selatan Monumen SLG, tepatnya pada jalur menuju Desa Tugurejo atau ke arah PG Pesantren. Lubang di badan jalan berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi atau kurang mengetahui kondisi jalan.
Persoalan tersebut mendapat perhatian serius Komisi III DPRD Kabupaten Kediri. Mengingat ruas jalan itu merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PUPR) Provinsi Jawa Timur, pemerintah provinsi diminta segera mengambil langkah perbaikan.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, H. Totok Minto Darsono, mendesak Pemprov Jatim agar tidak menunda penanganan kerusakan jalan tersebut. Apalagi, menjelang akhir tahun arus kendaraan di kawasan SLG cenderung meningkat sehingga risiko kecelakaan perlu diantisipasi.
Baca juga : Wali Kota Kediri Apresiasi Film Piye To Kih?, Kreator Lokal Woko Channel Jadi Inspirasi Anak Muda
“Kami mendorong Dinas PUPR Provinsi Jawa Timur mempercepat perbaikan jalur jalan vital tersebut. Tentu ini akan berdampak positif pada keselamatan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut. Jika malam hari tentu lebih berbahaya karena jalan berlubang tak terlihat dan pengguna jalan akan terjungkal jika lengah,” katanya.
Politisi senior Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Kediri itu berharap perbaikan segera direalisasikan. Terlebih, saat ini wilayah Kabupaten Kediri mulai menghadapi musim hujan. Genangan air berpotensi menutupi lubang di jalan sehingga pengendara sulit mengenali kerusakan dan bisa mengalami kecelakaan apabila tidak berhati-hati.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





