Razia Patuh Semeru 2026 di Kawasan SLG, Satlantas Polres Kediri Amankan 19 Motor Berknalpot Bronx

Razia Patuh Semeru 2026 di Kawasan SLG, Satlantas Polres Kediri Amankan 19 Motor Berknalpot Bronx
Razia Patuh Semeru 2026 di Kawasan SLG, Satlantas Polres Kediri Amankan 19 Motor Berknalpot Bronx (Ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 19 sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai standar atau knalpot bronx terjaring razia yang digelar Satlantas Polres Kediri di wilayah Kecamatan Ngasem dan kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Sabtu (31/10) dini hari.

Penindakan tersebut dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat mengenai sejumlah pengendara yang menggunakan knalpot bising dan diduga hendak melakukan balap liar di sekitar SLG. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri, Ipda Ahlis, mewakili Kasat Lantas AKP Fauzan Zikra, mengatakan razia dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan warga yang merasa terganggu oleh suara keras kendaraan berknalpot bronx.

Selain menimbulkan kebisingan, aksi balap liar juga dinilai membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Baca juga : Petugas DLH Kabupaten Kediri Bersihkan Kawasan SLG Dua Kali Sehari, Sampah Dipilah Sebelum Diangkut

“Ini merupakan pembelajaran bagi pemotor yang berknalpot bronx dan melakukan balap liar. Kami bertindak tegas dengan menggelar razia dan mengamankan 19 motor berknalpot bronx. Selama ini kawasan SLG di Ngasem sering dijadikan lokasi balap liar sehingga mengganggu masyarakat lainnya,” jelas Ipda Ahlis.

Ia menambahkan, seluruh kendaraan yang terjaring kemudian didata di Polsek Ngasem. Para pengendara juga dikenai sanksi tilang sebagai upaya memberikan efek jera.

Menurutnya, sebagian besar pengendara yang terjaring masih berusia belia dan berstatus pelajar. Mereka diingatkan agar tidak menjadikan kawasan SLG sebagai arena balap liar karena lokasi tersebut juga menjadi tempat masyarakat beraktivitas.

“Kami meminta mereka mengembalikan sepeda motor yang semula tidak standar menjadi standar seperti kondisi aslinya,” tegasnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *