Skor Integritas Pendidikan Kota Blitar Tertinggi Nasional, Raih Nilai 81,03

Skor Integritas Pendidikan Kota Blitar Tertinggi Nasional, Raih Nilai 81,03
Wali Kota Blitar saat bersama siswa Sekolah Rakyat Blitar. (aziz)

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Kota Blitar mencatatkan skor 81,03 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 untuk jenjang SD hingga SMP sederajat. Capaian tersebut menempatkan Kota Blitar di posisi teratas di antara kabupaten dan kota di Indonesia yang dinilai, dengan kategori adaptif.

Berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut, Kota Blitar mengungguli Kabupaten Wonogiri yang memperoleh skor 80,53, Kota Magelang 79,69, Kabupaten Mandailing Natal 79,65, serta Kabupaten Tapanuli Selatan 79,33. Kota Blitar juga menjadi satu-satunya daerah dari Jawa Timur yang masuk dalam 10 besar nasional.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengapresiasi peran seluruh insan pendidikan dalam menanamkan nilai integritas dan kerja keras di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur dan kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari pembentukan karakter peserta didik.

Baca juga : Hingga September 2026, Damkar Kabupaten Kediri Tangani 407 Kebakaran dan 1.475 Evakuasi

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pendidik, Dinas Pendidikan, jajaran sekolah, dan guru se-Kota Blitar yang telah mengajarkan arti integritas dan kerja keras. Pendidikan tidak hanya tentang fasilitas, tetapi juga mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghantarkan anak-anak kita menuju kesuksesan. Semoga melalui program Pendidikan Berkualitas sampai Tuntas, semakin banyak anak-anak Kota Blitar yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” ungkap Mas Ibin, Rabu (14/10/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menjelaskan bahwa SPI Pendidikan merupakan agenda rutin KPK dengan responden yang ditentukan oleh lembaga antirasuah tersebut. Hasil penilaian tahun ini menjadi gambaran atas upaya bersama berbagai pihak dalam memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“SPI Pendidikan ini kegiatan rutin yang diselenggarakan KPK, respondennya juga ditentukan oleh KPK sendiri. Kebetulan tahun ini informasi dari KPK kita mendapat nilai 81,03 dengan kategori adaptif, tertinggi di antara kota dan kabupaten se-Indonesia, disusul Wonogiri dan Kota Magelang. Yang menjadi pekerjaan rumah kita, ini masih kategori adaptif, sehingga ada catatan yang perlu kami tingkatkan dan tindak lanjuti. Tentunya ini hasil upaya dari seluruh elemen pemerhati pendidikan, semuanya berkomitmen bersama bagaimana meningkatkan pelayanan pendidikan di Kota Blitar,” ujar Dindin.

SPI Pendidikan menggunakan skala penilaian 0 hingga 100 dengan tiga dimensi utama, yakni karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, dan tata kelola lembaga. Dalam hasil penilaian Kota Blitar, dimensi karakter memperoleh skor 78,97, sedangkan dimensi ekosistem mencapai 81,83.

Baca juga : Kepergok Coba Bobol Rumah di Ringinrejo Kediri, Dua Pemuda Ditangkap Polisi

Dimensi karakter mencakup sejumlah nilai, antara lain kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, serta sikap menghargai. Adapun dimensi ekosistem meliputi dukungan, inklusivitas, kepemimpinan, keteladanan, profesionalitas, dan resiliensi.

Untuk memperkuat integritas di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan Kota Blitar juga mendorong penerapan pendidikan karakter dan antikorupsi melalui kurikulum serta tata kelola satuan pendidikan. Berbagai aktivitas terkait pendidikan antikorupsi turut dipublikasikan melalui laman Jaga.id milik KPK maupun media sosial Dinas Pendidikan dan sekolah.

“Tentunya pertama melalui penguatan kurikulum yang sudah dilaksanakan oleh seluruh satuan pendidikan, dengan penekanan pendidikan karakter, termasuk pendidikan antikorupsi di dalamnya. Tidak hanya materi, tetapi juga bagaimana tata kelola kurikulum yang selama ini sudah kami rumuskan dan tetapkan dapat berdampak dalam implementasinya. Rutinitas setiap aktivitas terkait pendidikan antikorupsi kami publikasikan melalui laman Jaga.id milik KPK maupun media sosial, baik milik Dinas Pendidikan maupun yang dikelola sekolah,” terangnya.

Pemerintah Kota Blitar berharap capaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan integritas di lingkungan pendidikan. Nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan antikorupsi diharapkan semakin melekat dalam keseharian peserta didik maupun seluruh warga sekolah.***

Reporter : Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *