KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Revan Putra Prasetyo, siswa kelas XII SMA Negeri Wates, Kabupaten Kediri, memiliki sederet prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Pelajar berusia 18 tahun ini pernah terpilih menjadi anggota Paskibraka Jawa Timur dan turut mengharumkan nama Kabupaten Kediri melalui cabang olahraga Kabaddi di ajang Porprov Jatim.
Lahir di Kediri pada 14 Mei 2008, Revan merupakan anak sulung dari dua bersaudara, putra pasangan Priyo Budi Santoso dan Maratus Solikah. Ia tinggal bersama keluarganya di Kecamatan Wates.
Di kalangan Paskibraka Jawa Timur maupun Kabupaten Kediri, nama Revan cukup dikenal. Begitu pula di lingkungan atlet Kabaddi, olahraga bela diri asal India yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Revan mengaku bangga mendapat kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka Jawa Timur. Baginya, pengalaman tersebut bukan sekadar kehormatan, tetapi juga menjadi sarana membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab.
Baca juga : Gratis untuk Umum! Jalan Sehat Santri Sarungan PCNU Kota Kediri Berhadiah Sepeda Motor
“Ketika sebagai Paskibraka Jatim itulah saya bangga karena terpilih sebagai pelajar terbaik urusan dari Kabupaten Kediri. Mendidik disiplin adalah cara diri untuk lebih terpola dalam kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari di sekolah ataupun di rumah hingga menghargai orang lain,” jelasnya.
Prestasi Revan tidak hanya terlihat dari aktivitasnya di luar kelas. Ia dikenal sebagai siswa berprestasi yang mampu mempertahankan pencapaian akademik sejak sekolah dasar hingga duduk di kelas XII SMA Negeri Wates.
Di bidang nonakademik, kemampuannya dalam olahraga Kabaddi menjadi nilai tambah. Ia turut membawa nama Kabupaten Kediri dalam persaingan di Porprov Jatim tahun lalu.
Bagi Revan, waktu merupakan hal berharga yang harus dimanfaatkan secara bijak untuk mengembangkan kemampuan diri. Ia ingin terus belajar, meningkatkan kualitas diri, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk meraih cita-cita.
Baca juga : Haji 2027 Kabupaten Kediri Dipastikan Berangkat dari Bandara Dhoho, Ini Penjelasan Kemenhaj
“Saya tidak ingin kehidupan saya lebih bermanfaat dan memanfaatkan waktu dengan baik dan bijak untuk kemajuan diri saya. Saya bercita-cita sebagai TNI dan ingin masuk AAL. Semoga terkabulkan,” katanya.
Keinginan untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Laut melalui Akademi Angkatan Laut (AAL) menjadi target yang ingin diwujudkannya. Perpaduan prestasi akademik, pengalaman organisasi, kedisiplinan, dan pencapaian olahraga menjadi bekal yang terus ia bangun untuk mengejar impian tersebut.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin

