Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Penemuan granat tangan dan puluhan butir amunisi di sebuah kebun jati menggegerkan warga Dusun Jurug, Desa Primpen, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, Selasa (3/11/2026) pagi.
Benda-benda berbahaya tersebut ditemukan di lahan milik Tarisan (70), warga Dusun Sumbergondang, Desa Sumberbanjar, Kecamatan Bluluk.
Penemuan itu bermula sekitar pukul 09.15 WIB saat Susilo bersama sejumlah warga menggelar kerja bakti memotong pohon di tepi jalan. Kayu hasil pemotongan rencananya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas ibadah di musala setempat.
Sekitar 15 menit kemudian, ketika warga membersihkan area di sekitar bekas pembakaran sampah di pinggir jalan, mereka menemukan sejumlah amunisi dan sebuah granat tangan.
Granat tersebut masih dilengkapi pin pengaman. Mengetahui benda yang ditemukan berpotensi membahayakan, perangkat Desa Sumberbanjar segera melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.
Baca juga : Kuasa Hukum Terlapor Bantah Intimidasi Keluarga Korban Dugaan Pencabulan Santri di Babat Lamongan
Jajaran Polsek dan Koramil Bluluk kemudian merespons laporan tersebut. Sekitar pukul 10.00 WIB, personel gabungan TNI-Polri tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan.
Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid membenarkan adanya penemuan granat tangan dan puluhan amunisi tersebut.
“Menindaklanjuti informasi dari Sekretaris Desa Sumberbanjar, Kapolsek Bluluk AKP Mudo Tri Sanjoyo, bersama anggota Polsek Bluluk dan personel Koramil langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan,” jelas Hamzaid.
Petugas selanjutnya memasang garis polisi dan mensterilkan area sekitar agar warga tidak mendekati benda-benda tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas menemukan satu granat berbentuk bulat serta 41 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter. Sebanyak 39 butir di antaranya masih aktif, sedangkan dua butir lainnya ditemukan dalam kondisi rusak.
“Dari hasil penanganan di lokasi, ditemukan satu buah granat berbentuk bulat dan 41 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dengan rincian 39 butir masih aktif dan dua butir dalam kondisi rusak,” lanjutnya.
Baca juga : Kelud Vertical Challenge 2026 Jadi Ajang Promosi Wisata Gunung Kelud, Peserta Nikmati Panorama Alam Kediri
Untuk menangani temuan tersebut, Polres Lamongan berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimobda Jawa Timur.
Sekitar pukul 14.30 WIB, Pamapta dan Tim Identifikasi Polres Lamongan bersama Tim Jibom Gegana Brimobda Jawa Timur tiba di lokasi. Mereka melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap granat serta seluruh amunisi yang ditemukan.
Setelah melalui prosedur penanganan, benda-benda berbahaya tersebut akhirnya dimusnahkan oleh Tim Jibom Satbrimobda Jawa Timur.
Sebelum pemusnahan, petugas terlebih dahulu mengosongkan dan mensterilkan area dalam radius 500 meter dari titik pemusnahan guna melindungi keselamatan warga sekitar.
“Sebelum proses pemusnahan, petugas terlebih dahulu mensterilkan area dengan radius 500 meter dari lokasi pemusnahan untuk memastikan keselamatan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 16.30 WIB,” pungkas Hamzaid.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin


