Hadapi Tekanan Ekonomi Global, BI Kediri Ajak Masyarakat Tetap Optimistis

Hadapi Tekanan Ekonomi Global, BI Kediri Ajak Masyarakat Tetap Optimistis
Deasi Surya Andarina, Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri ketika pemaparan di Bale Branti, Tawangmangu, Karanganyar. (Aziz)

KARANGANYAR, LINGKARWILIS.COM – Di tengah dinamika perekonomian global yang turut berdampak terhadap kondisi ekonomi dalam negeri, Bank Indonesia (BI) Kediri mengajak masyarakat untuk tetap menjaga optimisme. Berbagai upaya dan terobosan dinilai perlu dilakukan agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Pesan tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri, Deasi Surya Andarina, dalam kegiatan capacity building Media yang bertujuan memperluas wawasan mengenai perkembangan dan tantangan ekonomi terkini, Jumat (6/11/2026).

Deasi, yang akrab disapa Dea, mengatakan bahwa kondisi ekonomi dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian. Sejumlah persoalan yang perlu dicermati di antaranya kenaikan harga kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang disebutnya telah menembus angka Rp18 ribu.

Menurutnya, situasi tersebut membutuhkan langkah terobosan agar stabilitas perekonomian tetap terpelihara di tengah tekanan ekonomi global.

Baca juga : Komisi III DPRD Kabupaten Kediri Apresiasi Progres Penyelesaian Pasar Ngadiluwih

Meski demikian, Dea melihat masih ada peluang bagi perekonomian untuk bergerak ke arah yang lebih baik. Salah satunya melalui peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat menjelang libur akhir tahun 2026.

Ia berharap masyarakat memanfaatkan momentum liburan dengan memilih destinasi wisata di dalam negeri. Peningkatan kunjungan wisata domestik diyakini dapat mendorong daya beli dan konsumsi masyarakat.

Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga pelaku usaha kuliner, UMKM, serta berbagai sektor ekonomi pendukung lainnya.

“Efek positif yang diharapkan adalah meningkatnya daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat. Pelaku wisata, kuliner, UMKM, dan sektor lainnya juga bisa ikut merasakan dampaknya. Pada akhirnya, aktivitas tersebut akan memberikan efek berantai bagi perekonomian,” jelasnya.

Baca juga : Jelang Tayang di Bioskop, Miracle Pictures Perkenalkan Film “Piye To Kih?” kepada Warga Kediri

Di sisi lain, Dea juga menyoroti fenomena down grade atau penurunan tingkat konsumsi yang mulai terjadi di tengah masyarakat. Kondisi tersebut terlihat dari perubahan pilihan barang maupun gaya hidup untuk menyesuaikan kemampuan ekonomi.

Salah satu contohnya, masyarakat yang sebelumnya menggunakan mobil untuk menunjang aktivitas pekerjaan kini beralih menggunakan sepeda motor. Langkah tersebut menjadi salah satu cara untuk menekan pengeluaran dan mempertahankan kondisi keuangan di tengah situasi ekonomi yang menantang.

“Fenomena seperti ini memang terjadi di lapangan. Masyarakat mulai menurunkan tingkat konsumsi sebagai salah satu upaya untuk bertahan menghadapi kondisi ekonomi saat ini,” ungkapnya.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Dea mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak kehilangan keyakinan terhadap prospek perekonomian ke depan.

Menurutnya, optimisme perlu terus dibangun dan disebarluaskan agar masyarakat tetap produktif serta mampu menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

“Harus tetap optimistis. Kita perlu bersama-sama menebarkan keyakinan bahwa kondisi ekonomi ke depan bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya.***

Reporter : Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *