KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mempercepat pembangunan pagar tembok yang mengelilingi Museum Sri Aji Jayabhaya. Proyek tersebut ditargetkan rampung secara keseluruhan pada akhir 2026.
Penyelesaian pagar museum kini difokuskan pada bagian sisi selatan sebelah kanan. Untuk melanjutkan pekerjaan tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp350 juta setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
Dengan dukungan anggaran tersebut, pembangunan pagar yang sebelumnya belum terselesaikan diharapkan dapat dituntaskan sesuai target waktu.
Pembangunan pagar keliling ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat keamanan kawasan museum, tetapi juga menunjang kerapian dan keindahan bangunan. Keberadaan pagar di seluruh sisi diharapkan membuat kawasan Museum Sri Aji Jayabhaya terlihat lebih tertata dan representatif.
Baca juga : Lebih dari 20 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Kepung Kediri, BPBD Lakukan Asesmen
Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten Kediri, Ir. Irwan Chandra, melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Tegar Yustiawan, menjelaskan bahwa tambahan anggaran Rp350 juta dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan pagar tembok.
Menurutnya, keberadaan pagar memiliki peran penting dalam menjaga keamanan kawasan museum. Setelah seluruh pekerjaan selesai, area museum akan memiliki pembatas yang menyeluruh sehingga lebih terlindungi sekaligus memperkuat tampilan bangunan.
“Pagar tembok ini penting untuk mendukung keamanan Museum Sri Aji Jayabhaya. Nantinya seluruh kawasan museum akan dikelilingi pagar sehingga lebih aman. Dari berbagai sisi juga akan terlihat lebih kokoh dan indah,” jelasnya.
Tegar menambahkan, keberadaan pagar semakin diperlukan seiring tersedianya fasilitas pendukung di kawasan museum, termasuk amfiteater yang dilengkapi berbagai sarana dan prasarana.
Baca juga : Jelang Tayang di Bioskop, Miracle Pictures Perkenalkan Film “Piye To Kih?” kepada Warga Kediri
Dengan adanya pembatas di sekeliling area, fasilitas tersebut diharapkan lebih terlindungi dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Selain menyelesaikan pembangunan fisik pagar, Dinas Perkim juga merencanakan penempatan petugas keamanan atau satpam untuk menjaga kawasan halaman belakang museum.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengamanan secara langsung, sehingga keberadaan Museum Sri Aji Jayabhaya beserta seluruh fasilitas pendukungnya dapat terjaga dengan baik.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





