Absurd! Adegan Melahirkan di Squid Game 3 Bikin Warganet Kecewa

Absurd! Adegan Melahirkan di Squid Game 3 Bikin Warganet Kecewa
Adegan melahirkan di Squid Game 3

LINGKARWILIS.COM – Squid Game 3 resmi tayang perdana pada 27 Juni 2025 dan menjadi menandai penutup dari seri survival fenomenal yang telah mencuri perhatian dunia sejak 2021.

Musim ketiga ini melanjutkan kisah penuh ketegangan usai pemberontakan di musim sebelumnya, bukan mendapatkan pujian seperti sebelumnya sejumlah adegan Squid Game 3 justru menuai kritik tajam.

Salah satu momen paling kontroversial datang di episode 2, ketika seorang peserta tiba-tiba melahirkan di tengah permainan, memicu perdebatan soal logika cerita dan sensitivitas sutradara dalam menggambarkan pengalaman perempuan.

Pusat kritik tertuju pada karakter Pemain 222, Kim Jun Hee (diperankan oleh Jo Yuri) secara tiba-tiba melahirkan di tengah permainan hidup-mati.

10 Drama China Romantis Berlatar Kerajaan Terpopuler 2025, Jangan Sampai Gak Nonton!

Adegan itu menunjukkan air ketuban pecah dan proses kelahiran terjadi dalam hitungan menit, dibantu oleh Pemain 149, Jang Geum Ja (Kang Ae Sim).

Sebuah unggahan viral di media sosial bahkan menyebut “Siapa yang bisa melahirkan anak utuh dalam lima menit? Ini bukan metafora. Ini beneran terjadi di tengah game Squid Game, dan itu absurd.”

Tweet tersebut ditonton lebih dari 7,5 juta kali dan memicu diskusi hangat. Banyak yang menilai adegan itu mencerminkan minimnya pemahaman sutradara laki-laki terhadap tubuh dan pengalaman perempuan, dengan beberapa menyebutnya sebagai “narrative disaster” yang membuat mereka berhenti menonton.

Alur Tragis Bayi dalam Squid Game 3

Cerita terus bergulir tragis, bayi perempuan yang dilahirkan Pemain 222 sempat dibawa menyelamatkan diri oleh karakter utama. pemain 456 (Gi Hun) saat permainan lompat tali tetapi p-emain 222 kemudian memilih mengorbankan diri agar anaknya bisa terus hidup.

Bayi tersebut secara mengejutkan dianggap sebagai peserta permainan dan diberi nomor ibunya, hal ini memunculkan dinamika yang mengejutkan.

Beberapa pemain berusaha menyingkirkan bayi itu dari kompetisi, bahkan ayah kandungnya, Pemain 333 (Myung Gi) tak mengajukan keberatan.

Pada babak akhir, Gi Hun dan Myung Gi saling berhadapan meski akhirnya Gi Hun memilih mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan sang bayi, keputusan ini memunculkan reaksi tajam dari para penonton.

Setelah Episode 4, satu-satunya karakter perempuan yang tersisa hanyalah bayi tersebut. Absennya tokoh perempuan dewasa dalam babak akhir dianggap sebagai bentuk penghapusan peran perempuan secara simbolis dalam cerita.

Selain itu, tindakan Gi Hun yang mempertaruhkan nyawanya untuk bayi itu bahkan lebih dari dirinya sendiri atau putrinya dinilai menyampaikan pesan pro-life yang kontroversial.

“Dia bahkan rela mati demi bayi yang bukan anaknya, sementara hubungannya sendiri dengan anak kandungnya ditinggalkan. Itu kontradiktif,” ujar salah satu komentar kritis di forum daring.

Musim terakhir Squid Game memang menyuguhkan banyak emosi dan kejutan, tapi juga menghadirkan banyak pertanyaan etis dan logis.

Terlepas dari niat sutradara untuk mengangkat sisi kemanusiaan dan pengorbanan, banyak yang merasa narasi ini terlalu dipaksakan dan menjauh dari kekuatan cerita asli musim pertama: realitas keras, kecerdikan bertahan hidup, dan dinamika manusia dalam tekanan ekstrem.

Kini, meski Squid Game resmi ditutup setelah empat tahun tayang, perdebatan tentang narasinya seolah baru dimulai.

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D