LINGKARWILIS.COM – Kebiasaan bercanda adalah bagian dari kehidupan sosial yang sering kali dapat mencairkan suasana dan mempererat hubungan antar sesama.
Namun dalam Islam, setiap tindakan, termasuk bercanda, harus dilakukan dengan penuh hati-hati dan tetap berada dalam batasan yang telah ditentukan oleh syariat.
Meskipun bercanda diperbolehkan, ada adab dan aturan yang harus diperhatikan agar tidak menyimpang dari nilai-nilai moral dan etika dalam Islam.
Artikel ini akan membahas adab bercanda yang diperbolehkan dalam agama Islam, serta mengingatkan kita untuk selalu menjaga sikap dan perkataan agar tidak melukai perasaan orang lain atau mengarah pada tindakan yang dilarang.
20 Kata Ucapan Hari Jomblo Sedunia yang Lucu dan Kocak, Relate dengan Kalian Sih Harusnya!
Bercanda yang Diperbolehkan Dalam Agama Islam
Candaan bisa dilakukan dengan keluarga atau sahabat, yang merupakan hal yang wajar dan diperbolehkan.
Rasulullah Shallallahu βalaihi wa sallam juga melakukan hal yang sama. Namun, dalam bercanda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya sebagai berikut.
1. Tidak Banyak Tertawa
Tertawa berlebihan, sampai terpingkal-pingkal, bertentangan dengan sunnah. Oleh karena itu, kita harus menjaga batasan dalam tertawa, agar tidak berlebihan.
2. Jangan Melecehkan Syiar Agama
Candaan yang mempermainkan simbol agama, ayat-ayat Al-Qur’an, atau syiar-syiar agama adalah tindakan yang sangat dilarang.
Perbuatan seperti ini bisa membawa pelakunya pada kemunafikan dan kekufuran, yang tentunya sangat berbahaya.
3. Meluruskan Tujuan
Tujuan candaan haruslah untuk menghilangkan kepenatan, menyegarkan suasana, dan mengusir rasa bosan.
Dengan demikian, kita bisa kembali memperoleh semangat baru untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat.
4. Hindari Bercanda dalam Perkara Serius
Ada beberapa keadaan yang tidak pantas untuk melakukan candaan, seperti dalam majelis ilmu, penguasa, atau hakim, saat memberikan kesaksian, dan lainnya.
Dalam situasi seperti ini, kita seharusnya menjaga keseriusan dan tidak mengutarakan candaan.
5. Jangan Melewati Batas
Seringkali, candaan bisa menjadi berlebihan dan melanggar norma. Ada yang melakukannya dengan maksud buruk, yang justru dapat merusak wibawa dan martabatnya. Hal ini bisa membuat orang lain memandang rendah kita.
6. Hindari Perkara yang Dilarang Allah Subhanahu wa Taβala
Candaan yang menakut-nakuti orang, berdusta, melecehkan kelompok tertentu, atau menyebarkan fitnah adalah contoh bercanda yang sangat dilarang oleh Allah. Hal-hal seperti ini harus dihindari dalam sebuah candaan.
7. Bercanda dengan Orang yang Membutuhkan
Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad, beliau melakukan candaan dengan orang-orang yang membutuhkan, seperti dengan istri beliau, βAisyah Radhiyallahu anha, cucu beliau al Hasan bin Ali, dan seorang anak kecil bernama Abu βUmair.
8. Jangan Bercanda dengan Orang yang Tidak Suka Bercanda
Terkadang, kita mengutarakan candaan dengan orang yang tidak menyukai candaan, atau orang yang tidak suka dengan candaan kita.
Hal ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan akibat buruk. Oleh karena itu, perhatikan dengan siapa kita melakukan candaan.
9. Hindari Bercanda dengan Aksi atau Kata-Kata yang Buruk
Melakukan candaan dengan aksi yang buruk atau kata-kata kasar seringkali bisa memicu pertengkaran.
Dalam beberapa kasus, pertengkaran bahkan bisa berawal dari sebuah candaan yang berlebihan.
Oleh karena itu, hindarilah candaan dengan cara yang bisa menyakiti perasaan orang lain, kecuali jika mereka sudah terbiasa dan dapat menerima hal tersebut.
Semoga dengan memperhatikan poin-poin diatas, kita dapat bercanda dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam dan tetap menjaga etika dalam bergaul.
Penulis: Rafika Pungki WIlujeng
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





