Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Meski risiko penularan dinilai lebih tinggi pada periode ini, hingga kini belum ditemukan kasus PMK di wilayah Tulungagung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung, Agus Suswantoro, menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kesehatan ternak. Langkah ini diambil menyusul adanya temuan kasus PMK di sejumlah daerah sekitar, seperti Kediri, Blitar, dan Trenggalek.
Menurutnya, hingga saat ini petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di seluruh wilayah Tulungagung belum melaporkan adanya indikasi atau temuan kasus PMK. Namun, pengawasan tetap diperketat mengingat musim hujan berpotensi mempercepat penyebaran virus.
“Berdasarkan laporan petugas Puskeswan di lapangan, sampai sekarang belum ada temuan kasus PMK di Tulungagung,” ujar Agus Suswantoro, Minggu (1/2/2026).
Baca juga : Diguyur Hujan Lebat, Pohon di Badas Kediri Tumbang, Timpa Sebuah Mobil
Ia menjelaskan bahwa musim hujan kerap meningkatkan risiko penularan penyakit pada ternak, termasuk PMK, akibat perubahan suhu lingkungan. Udara yang lebih dingin dan lembap menjadi kondisi ideal bagi perkembangan bakteri dan virus, sehingga potensi penyebaran penyakit lebih tinggi dibanding musim kemarau.
“Musim hujan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan bakteri dan virus, sehingga potensi penularan PMK perlu diwaspadai,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Disnakeswan Tulungagung telah melakukan berbagai upaya, antara lain vaksinasi PMK secara berkala, sosialisasi melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait kesehatan ternak, serta peningkatan layanan di setiap Puskeswan untuk deteksi dini penyakit.
Baca juga : Pria di Tulungagung Hajar Istri Sirinya Hingga Babak Belur, Begini Ceritanya
Selain vaksinasi, seluruh ternak di Tulungagung juga rutin diberikan vitamin dan obat cacing guna menjaga daya tahan tubuh serta mencegah penyakit lain. Dengan berbagai langkah preventif tersebut, diharapkan tidak ada lonjakan kasus PMK selama musim penghujan berlangsung.
Di sisi lain, pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan juga diperketat. Ternak yang berasal dari daerah dengan temuan kasus PMK dilarang masuk ke Tulungagung sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit.
“Kami juga mengawasi ketat pergerakan ternak di pasar hewan. Hewan dari wilayah yang terindikasi PMK tidak diizinkan masuk,” tutupnya.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





