Kediri, Lingkarwilis.com – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Kediri Raya hingga akhir November 2025 menunjukkan tren yang tetap positif dan terjaga, baik dari sisi pendapatan maupun belanja negara.
Berdasarkan rilis Kementerian Keuangan Kediri Raya, realisasi pendapatan negara yang berasal dari perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terus mengalami ekspansi.
Total pendapatan negara tercatat mencapai Rp20,93 triliun, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp20,45 triliun dan PNBP sebesar Rp475,04 miliar.
KPP Pratama Kediri mencatat realisasi penerimaan pajak sebesar 69,43 persen dari target tahun 2025, dengan pertumbuhan 9,02 persen secara tahunan (year on year).
Kontribusi penerimaan masih didominasi oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 25,14 persen, disusul Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,67 persen, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 5,55 persen.
Sementara itu, KPP Pratama Pare yang membawahi Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk mencatat realisasi penerimaan pajak sebesar 62,26 persen dari target, meskipun mengalami kontraksi tipis minus 1,49 persen.
Sektor dominan berasal dari Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 23,87 persen dan Industri Pengolahan sebesar 25,14 persen.
Di wilayah KPP Pratama Tulungagung, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp563,38 miliar, dengan kontribusi utama dari sektor Perdagangan, Jasa Kesehatan, serta Pegawai dan Pensiunan.
Dari sisi kepabeanan dan cukai, KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri telah mencapai 73,8 persen dari target tahun 2025, meski penerimaan cukai hasil tembakau dan bea masuk masih mengalami tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Sementara dari sisi belanja negara, realisasi APBN Kediri Raya hingga akhir November 2025 telah mencapai Rp8,39 triliun atau sekitar 95 persen dari pagu anggaran.
Belanja Pegawai terserap 98 persen atau Rp1,15 triliun, sedangkan Belanja Barang dan Belanja Modal juga menunjukkan kinerja yang baik, termasuk untuk proyek strategis seperti pembangunan UIN Syekh Wasil Kediri yang telah terealisasi Rp20,04 miliar.
Belanja Transfer ke Daerah juga menunjukkan kinerja positif dengan realisasi 97,51 persen atau Rp782,55 miliar, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Ketua KPPN Kediri, Moch. Izma Nur Choironi, menyampaikan bahwa kinerja APBN hingga akhir November masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
“APBN terus hadir menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya singkat.
Secara umum, APBN Kediri Raya hingga akhir November 2025 tetap berfungsi sebagai instrumen fiskal yang efektif dalam menjaga daya tahan ekonomi regional serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
editor: Ahmad Bayu Giandika