Bangunan Pondok Lansia dan Masjid di Madiun Senilai 9,4 Miliar Hanya Dihuni 2 Orang, Ini Kata Kadis Kominfo

Pembangunan Pondok Lansia dan Masjid di Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun yang menghabiskan dana sekitar Rp 9,4 Miliar hanya dihuni 2 orangfoto pondok lansia yang sepi penghuni (rio)
Madiun, LINGKARWILIS.COM – Pembangunan Pondok Lansia dan Masjid di Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun yang menghabiskan dana sekitar Rp 9,4 Miliar hanya dihuni 2 orang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Noor Aflah  memberikan tanggapannya dimana menurutnya, Pondok Lansia dan Masjid telah dibangun sesuai dengan peruntukannya.

“Pondok Lansia disediakan bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal atau yang tidak dapat diurus oleh keluarga mereka,” katanya, Senin (4/3/2024).

Baca juga : Ortu Santri yang Meninggal Dunia Karena Diduga Dianiaya Seniornya Datang Ke Kediri Kawal Penanganan Kasus

Aflah menambahkan bahwa rencananya akan dikembangkan untuk Lansia yang hidup sendiri tanpa keluarga.

Sementara itu, terkait dengan Masjid, Aflah menjelaskan bahwa masjid tersebut digunakan sebagai tempat ibadah bagi para Lansia, sebagai bagian dari kegiatan rohani mereka.
Namun, ketika ditanya tentang kebutuhan akan masjid yang megah dengan anggaran besar, ia menyatakan bahwa itu adalah keinginan dari Wali Kota Madiun.

Baca juga : BPS Kota Kediri Imbau Masyarakat Tidak Khawatir Ketersediaan Bahan Pangan Jelang Ramadhan

Ketika ditanyakan mengenai Lansia non-muslim, Aflah menyatakan bahwa akan dibangun tempat ibadah lain untuk mereka, namun bukan di lokasi yang sama.

Bagi Lansia non-muslim, mereka akan diantar jemput oleh petugas untuk beribadah di tempat lain.

Kontroversi muncul ketika ditanyakan mengapa anggaran begitu besar digunakan untuk membangun masjid yang mewah, apakah tidak bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. Aflah menjawab bahwa Kota Madiun memiliki cukup banyak uang.***

Reporter : Rio Hermawan

Editor : Hadiyin

Leave a Reply