KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pasca kerusuhan yang menyebabkan sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kediri terbakar dan dijarah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mulai melakukan inventarisasi aset yang hilang.
Kepala BPKAD Kabupaten Kediri, Erfin Fatoni, menyebutkan setidaknya terdapat 28 mobil dinas dan pribadi yang hangus, serta sejumlah motor dinas maupun pribadi yang lenyap dibawa perusuh, Minggu (31/8) dini hari. Selain itu, beberapa dokumen dan perlengkapan kantor juga ikut musnah.
Untuk memastikan layanan publik tetap berjalan, sejumlah SKPD sementara digabungkan dengan instansi lain. Bagian Perekonomian bergabung dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Kopusmik) karena memiliki kepala dinas yang sama, Santoso. Bagian Hukum dan Kesra juga menempati ruangan di Kopusmik, sedangkan Bakesbangpol dipindahkan ke HCC SLG. Sementara itu, Inspektorat bergabung dengan Dispendukcapil Kabupaten Kediri.
Baca juga : Rektor UNP Kediri Buka PKKMB 2025, Tekankan Generasi Stroberi Harus Jadi Baja
“Sekda, asisten, ajudan, dan staf sekretariat kini berkantor di lantai tiga gedung BPKAD. Sedangkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tetap menempati ruangan lama karena sebagian besar dokumen masih aman,” ujar Erfin usai melakukan pendataan, Senin (1/9).
Meski terdampak, Erfin memastikan data keuangan daerah tetap utuh. “BPKAD adalah Bendahara Umum Daerah (BUD). Proses administrasi pencairan keuangan SKPD tidak terganggu,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam tiga hari ke depan penataan ruang kerja baru bagi SKPD terdampak akan selesai, sehingga pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Kediri tetap berjalan normal.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





