Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2025, Satlantas Polres Kediri Kota mengidentifikasi beberapa titik jalur yang rawan kecelakaan lalu lintas. Beberapa di antaranya adalah Jalan Raya Kediri-Nganjuk dan Jalan Letjend MT Haryono, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Afandy Dwi Takdir, menyebutkan bahwa titik-titik rawan kecelakaan ini ditetapkan berdasarkan data jumlah kejadian serta tingkat fatalitas korban.
Selain dua jalur tersebut, Jalan Semeru, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri juga masuk dalam daftar wilayah rawan kecelakaan.
“Jika melihat data kecelakaan secara keseluruhan, jalur Kediri-Nganjuk menjadi lokasi dengan insiden paling banyak,” ujar AKP Afandy, Kamis (13/2/2025).
Baca juga : Sinergi TNI-Polri dan Petani di Kediri, Lakukan Penyemprotan Massal untuk Cegah Hama
Namun, ia menegaskan bahwa titik-titik tersebut belum termasuk dalam kategori jalur blackspot, baik menurut kajian internal Polres Kediri Kota maupun berdasarkan data dari Korlantas Polri. Jalur blackspot sendiri memiliki kriteria tertentu dalam penentuannya.
Dalam beberapa waktu terakhir, kecelakaan dengan korban jiwa tercatat terjadi di Dusun Kepuhrejo, Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan pada Selasa (14/1/2025) sekitar pukul 05.30 WIB, serta di Simpang Empat Baruna, Kota Kediri pada Kamis (31/1/2025).
“Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada insiden kecelakaan yang terjadi dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2025,” ungkapnya.
Meski begitu, Afandy tetap mengimbau para pengendara agar lebih berhati-hati, waspada, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. Selain itu, ia juga mengingatkan tentang pentingnya menghindari pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan.
“Dalam operasi ini, ada 10 sasaran pelanggaran prioritas yang menjadi fokus utama kami. Tujuannya adalah meningkatkan kedisiplinan pengendara dan menekan angka kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.***
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor : Hadiyin





