Kediri, LINGKARWILIS.COM β Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri pun mengambil langkah antisipatif dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat perubahan cuaca yang signifikan.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menyampaikan bahwa beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Kediri, berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Oleh karena itu, upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana perlu ditingkatkan.
Baca juga :Β Inter Kediri Gelar TC di Pantai Gemah Jelang Babak 16 Besar Liga 4 Jatim
“Kami telah mengirimkan surat edaran kepada camat, kepala desa, serta perangkat desa, termasuk Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), agar terus memberikan edukasi kepada warga terkait pengurangan risiko bencana. Langkah ini penting untuk meminimalisir potensi jatuhnya korban,” jelas Joko.
Ia juga meminta perangkat desa untuk segera melaporkan kejadian bencana di wilayahnya kepada BPBD Kabupaten Kediri agar dapat dilakukan penanganan cepat melalui koordinasi lintas instansi. Respons yang sigap akan memberikan rasa aman dan mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat.
“BMKG Jawa Timur telah mengeluarkan imbauan agar warga lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan perubahan iklim, terutama dengan meningkatnya intensitas hujan deras,” tambahnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





