Tuban, LINGKARWILIS.COM – Perum BULOG Cabang Bojonegoro memastikan tidak ditemukan praktik pengoplosan beras dalam penyaluran Bantuan Pangan di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Penegasan tersebut disampaikan setelah muncul keluhan dari masyarakat mengenai kondisi beras Bantuan Pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Sejumlah warga menilai beras yang diterima mengalami perubahan warna menjadi kekuningan sehingga dianggap kurang layak.
Pemimpin Cabang BULOG Bojonegoro Umar Said mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Kami pastikan tidak ada praktik pengoplosan. Keluhan terkait perubahan kondisi beras telah kami tindak lanjuti melalui pengecekan di lapangan,” kata Umar, Jumat (25/9/2026).
Menurut Umar, kualitas beras menjadi salah satu perhatian utama dalam proses penyaluran bantuan. Pengawasan dilakukan sejak beras diterima BULOG, disimpan di gudang, dikemas, hingga tahap sebelum didistribusikan kepada penerima.
Baca juga : KAI Daop 7 Madiun Cek Jalur Kediri-Tulungagung, Pastikan Petugas Siap dan Sehat
Selama berada di gudang, kondisi beras juga diperiksa secara berkala. Upaya pengendalian hama dilakukan melalui perawatan gudang, penyemprotan atau spraying, serta fumigasi sesuai prosedur yang berlaku.
“Setiap beras yang akan disalurkan terlebih dahulu melalui pemeriksaan dan pengecekan. Apabila ditemukan beras yang memerlukan penanganan lebih lanjut, BULOG dapat melakukan pemrosesan ulang sebelum beras digunakan untuk penyaluran Bantuan Pangan,” jelasnya.
Untuk memastikan kualitas bantuan tetap terjaga, BULOG Cabang Bojonegoro juga membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Penyaluran.
Tim tersebut bertugas memeriksa kondisi serta jumlah beras sebelum dikirim dan disalurkan kepada masyarakat. Pengawasan juga dilakukan dengan melibatkan pihak kecamatan dan pemerintah desa.
BULOG meminta pemerintah desa turut melakukan pengecekan apabila beras telah diterima sebelum bantuan diserahkan kepada masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari pengawasan bersama dalam penyaluran Bantuan Pangan.
Umar menyebut laporan dari masyarakat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Masyarakat yang menemukan beras dalam kondisi yang dinilai tidak sesuai dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan pengaduan BULOG, Satgas Bantuan Pangan BULOG di desa, maupun pemerintah desa.
Baca juga : Hari Tani Nasional, Pemkab Kediri Bangun 26 Sumur Submersible untuk Hadapi Kemarau Panjang
“Setiap pengaduan akan segera kami tindak lanjuti. Untuk pengaduan yang berdasarkan hasil verifikasi memerlukan penggantian, BULOG berkomitmen melayani proses penggantian pada hari yang sama atau maksimal 1×24 jam setelah pengaduan diterima dan diverifikasi,” ujarnya.
Salah satu penanganan keluhan dilakukan di Desa Prunggahanwetan. Setelah menerima laporan masyarakat, petugas BULOG melakukan pemeriksaan dan mengganti beras yang dikeluhkan dengan beras berkualitas lebih baik.
Umar menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Prunggahanwetan yang ikut mengawal proses penukaran hingga memastikan bantuan yang diterima warga dalam kondisi baik.
“Kami terus berkomitmen memastikan kualitas beras yang disalurkan sesuai dengan ketentuan. Setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperkuat proses monitoring dan pengecekan kualitas,” tutur Umar.
Kepala Desa Prunggahanwetan Hari Winarko menyambut positif langkah cepat BULOG dalam merespons keluhan warga. Menurutnya, penggantian beras dilakukan setelah pihak BULOG datang dan melakukan pengecekan.
“Alhamdulillah, pihak BULOG sudah langsung mengganti berasnya dengan kualitas yang baik dan tidak berbau. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak BULOG,” ujarnya saat menerima sekaligus mengecek langsung beras Bantuan Pangan yang telah diganti.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





