Cegah DBD, Dinkes Kota Kediri Lakukan Fogging, Tapi Sebut PSN Tetap yang Paling Utama

Cegah DBD, Dinkes Kota Kediir Lakukan Fogging, Tapi Sebut PSN Tetap yang Paling UtamaGiat Fogging di Tosaren dan Kaliombo (bidu)
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Penanganan  Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kediri aktif dilakukan Dinas Kesehatan setempat, salah satunya melalui fogging di wilayah-wilayah yang dilaporkan terdapat kasus DBD.
Kali ini fogging dilakukan di kompleks perumahan di Lingkungan Cakarsi, di SD Tosaren 4 dan di Kelurahan Kaliombo, Kamis (29/02), setelah sebelumnya juga dilakukan di Kelurahan Banjaran dan Manisrenggo.
Hendik Suprianto, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri mengatakan, fogging dilakukan setelah petugas menerima laporan dari tenaga medis di puskesmas maupun rumah sakit yang dilanjutkan dengan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).
“PE dilakukan untuk memastikan bahwa ada penularan Virus Dengue dan juga melihat positif jentik di lingkungan tersebut ,”ujarnya.
Namun Hendik Supriyanto tidak menyarankan warga melakukan fogging mandiri sebab penanganan kasus DBD dengan cara fogging harus melalui prosedur dan mekanisme yang sudah ditetapkan.
“Bila tidak sesuai prosedur dapat membahayakan masyarakat,” jelasnya.

Hendik Supriyanto menambahkan upaya pencegahan juga dilakukan Dinkes Kota Kediri melalui edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan prinsip 3M (menguras bak mandi secara rutin, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi genangan air).

“Kader Jumantik kami selalu memantau keberadaan jentik di rumah warga,” tambahnya.
Hendi Supriyanto menegaskan yang paling efektif mencegah DBD adalah Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan itu yang harus dipahami masyarakat.
Sementara itu, Joko Santoso SE, Kepala Kelurahan Tosaren mengimbau masyarakat untuk aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari penumpukan air yang dapat menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
“3 M harus selalu dilakukan,”ucapnya.
Giat fogging di lingkungan Tosaren dan Kaliombo berjalan  tertib dan aman dengan dukungan aparat keamanan dari Bhabinkamtibmas  dan Babinsa  setempat.
Dihimpun dari berbagai sumber, DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Pasien DBD disarankan mendapatkan perawatan di rumah sakit, karena penyakit ini dapat menyebabkan pendarahan dan bahkan kematian.
Ciri khas dari kasus DBD adalah demam tinggi dan pendarahan, yang dapat terjadi di dalam kulit (bintik-bintik merah) atau keluar dari tubuh (misalnya dari gusi atau hidung).

Virus DBD menyerang trombosit yang berperan dalam mencegah pendarahan. Ketika trombosit terganggu, pembuluh darah dapat pecah dan menyebabkan pendarahan.***

Reporter : Agus Sulistyo Budi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply