Ponorogo, LINGKARWILIS.COM — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Ponorogo dalam beberapa bulan terakhir memicu ratusan kejadian bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat total 137 peristiwa bencana sejak Januari hingga awal April 2026.
“Karena saat ini memang masih ada imbauan peringatan dini cuaca ekstrem,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Dari total kejadian tersebut, rinciannya meliputi:
- 63 kejadian tanah longsor
- 33 kejadian cuaca ekstrem
- 32 kejadian banjir
- 9 kejadian gempa bumi
Memasuki awal April saja, tercatat sedikitnya 26 kejadian bencana. Bahkan pada Minggu (5/4/2026), terjadi puncak bencana dengan 20 peristiwa tanah longsor yang tersebar di Kecamatan Pudak, Pulung, Ngrayun, dan Ngebel.
Baca juga : Wakil Bupati Kediri Lepas Jamaah Haji Kabupaten Kediri 2026
“Dari empat kecamatan itu, Pulung paling banyak dengan 13 kejadian longsor, sembilan di antaranya terjadi di Desa Banaran,” jelas Masun.
Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi cuaca ekstrem di Ponorogo masih akan berlangsung hingga 9 April 2026, bahkan berpeluang berlanjut sampai pertengahan bulan.
“Mulai dasarian ketiga, diperkirakan Ponorogo mulai memasuki musim kemarau,” tambahnya.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras dengan durasi lama.
“Jika hujan berlangsung lama dan berpotensi membahayakan, masyarakat sebaiknya mempertimbangkan untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





