Kediri, LINGKARWILIS.COM – Wahyu, pedagang durian asal Kelurahan Campurejo yang berjualan di depan GOR Joyoboyo, Kota Kediri, mulai diliputi kecemasan menjelang bulan suci Ramadhan.
Sebab, selesainya musim penghujan dan cuaca menjadi panas dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, sehingga penjualan duriannya diprediksi menurun drastis.
“Menjelang puasa dan cuaca panas orang jarang beli durian. Permintaan biasanya turun drastis karena durian dianggap terlalu berat untuk dikonsumsi,” ungkap Wahyu, Kamis (23/1/2025)
Baca juga : Hujan Deras Selama Satu Jam, Lima Titik di Kota Blitar Tergenang Air
Menurut Wahyu, tren ini berulang hampir setiap tahun. Suhu tinggi dan fokus masyarakat pada persiapan Ramadhan membuat omzet dagangannya turun hingga 50 persen.
“Cuaca memang sangat berpengaruh.Kalau panas biasanya lebih sedikit yang berminat,” katanya.
Meski begitu, Wahyu tetap optimis. Ia berencana menarik perhatian pembeli dengan promo khusus.
Baca juga : Sebaran PMK Meluas di Seluruh Kecamatan Kabupaten Kediri, Peternak Diminta Waspada
“Mungkin saya akan beri diskon atau buat paket promo agar durian tetap diminati,” imbuhnya.
Area depan GOR Joyoboyo sendiri dikenal sebagai pusat penjualan buah musiman, termasuk durian. Namun, cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang yang harus terus berinovasi agar usahanya tetap berjalan.***
Reporter Agus Sulistyo Budi
Editor Hadiyin





