Batu, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan rencana pengembangan kawasan pertanian berbasis teknologi di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. Kawasan ini disiapkan menjadi pusat smart and integrated farming sebagai langkah modernisasi sektor pertanian sekaligus penguatan ekonomi berbasis agrikultur.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa transformasi pertanian harus dimulai dari perubahan pola pikir petani agar lebih berorientasi pada kebutuhan pasar.
“Pertanian ke depan harus berbasis market oriented. Standar kualitas produk perlu ditingkatkan agar mampu menembus pasar modern, tidak hanya bergantung pada pasar tradisional,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, selama ini potensi komoditas lokal belum optimal karena terkendala standar mutu yang belum sesuai dengan kebutuhan ritel modern maupun platform digital.
Baca juga : Diduga Korsleting Listrik, Kandang Sapi di Kediri Ludes Terbakar
Selain penguatan akses pasar, Pemkot Batu juga menyoroti persoalan regenerasi petani yang masih menjadi tantangan. Melalui konsep Integrated Farming System (IFS), kawasan Giripurno akan dikembangkan sebagai pusat edukasi pertanian modern yang lebih adaptif terhadap teknologi dan menarik bagi generasi muda.
“Kami ingin sektor pertanian menjadi lebih menarik bagi anak muda. Jika proyek percontohan ini berhasil, modelnya bisa direplikasi oleh kelompok tani di wilayah lain,” tambahnya.
Sebagai tahap awal, pemerintah telah menyusun roadmap pengembangan, dimulai dari penetapan kawasan hingga peningkatan infrastruktur, termasuk akses jalan menuju lokasi pertanian.
Konsep pembangunan juga diarahkan pada prinsip keberlanjutan dengan pendekatan zero waste. Limbah dari aktivitas pertanian dan peternakan akan diolah kembali menjadi pupuk organik untuk mendukung siklus produksi yang terintegrasi.
Baca juga : Kunker ke Mapolsek Papar, Kapolres Kediri Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
“Ekosistemnya harus saling terhubung dan berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengajak masyarakat Desa Giripurno untuk mendukung penuh program tersebut. Ia memastikan bahwa pengembangan kawasan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan, termasuk menjaga ketersediaan sumber daya air bagi warga.
Program ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian modern di Kota Batu, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis teknologi dan keberlanjutan.***
Reporter : Arief Prabowo
Editor : Hadiyin





