KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Seringnya banjir melanda wilayah barat Sungai Brantas setiap musim hujan menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Kabupaten Kediri. Dampak dari bencana ini tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga menghancurkan area persawahan dan permukiman warga.
Oleh karena itu, Komisi III mendorong adanya sinergi dalam penanganan bencana, mulai dari tahap mitigasi hingga pemulihan pasca-bencana.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, Totok Minto Laksono, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebencanaan. Sinergi ini harus melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi di lingkungan Pemkab Kediri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perhutani, serta komunitas masyarakat peduli bencana.
Baca juga : Ujian Kompetensi Sanggar Tari Prameswari, Angkat Kearifan Lokal di Desa Papar, Kediri
“Hal yang perlu diperhatikan adalah tata guna lahan di sepanjang aliran sungai. Penyempitan badan sungai menjadi salah satu faktor pemicu banjir. Selain itu, perlu ada inovasi dalam pengelolaan sumber daya air, termasuk upaya reboisasi kawasan hutan sebagai langkah preventif,” jelasnya.
Politikus senior Partai Gerindra ini menilai, kolaborasi antarinstansi sangat krusial dalam mengurangi risiko bencana yang lebih besar dan mencegah jatuhnya korban jiwa.
Sebelumnya, DPRD telah menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan lembaga terkait guna membahas strategi penanggulangan banjir di wilayah barat sungai.
Baca juga : Kepala Desa Gabru, Kabupaten Kediri, Harjaka, Tutup Usia di Umur 75 Tahun
“Selanjutnya, akan ada rapat khusus dengan Pemkab Kediri, dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta koordinasi dengan Perhutani dan BBWS untuk mempercepat langkah penanganan banjir secara terpadu. Harapannya, wilayah barat sungai tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan,” pungkasnya.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





