LINGKARWILIS.COM – Dibalik kisah-kisah magis dan akhir bahagia yang selalu menjadi ciri khas film Disney Princess, tersimpan sisi kelam yang jarang disorot.
Dari inspirasi dongeng asli yang jauh lebih suram hingga isu tersembunyi dalam proses produksinya, dunia para putri Disney tak selalu seindah yang terlihat di layar.
Beberapa kisah aslinya penuh dengan tragedi, pengorbanan, bahkan kekerasan, sebelum akhirnya diadaptasi menjadi cerita yang lebih ramah anak.
Selain itu, industri di balik layar juga tak lepas dari kontroversi, mulai dari stereotip gender hingga perdebatan soal representasi budaya.
Semua ini mencerminkan bahwa dibalik gemerlap gaun dan lagu-lagu indah, ada kisah lain yang lebih kompleks dan penuh ironi.
Deretan Kontroversi Abidzar Al Ghifari, Film A Business Proposal Terancam Boikot?
7 Cerita Asli Princess Disney yang Ternyata Mengenaskan
1 The Little Mermaid
Salah satu dongeng yang mengalami perubahan besar adalah The Little Mermaid. Dalam versi Hans Christian Andersen, kisah Ariel berakhir tragis. Setelah menukar suaranya demi menjadi manusia, dia mengalami penderitaan luar biasa setiap kali melangkah. Sayangnya, pangeran yang dicintainya malah menikahi orang lain.
Ariel diberi pilihan untuk membunuh sang pangeran agar bisa kembali menjadi putri duyung, tetapi dia menolak dan akhirnya mengorbankan dirinya sendiri, berubah menjadi buih laut.
2 Mulan
Kisah kelam juga terdapat dalam Mulan. Dalam versi asli yang berasal dari puisi “The Ballad of Mulan”, nasib sang prajurit perempuan tidak seindah versi Disney.
Setelah bertahun-tahun menyamar sebagai laki-laki dan bertempur, Mulan kembali ke rumah hanya untuk menemukan bahwa ayahnya telah meninggal dan ibunya menikah lagi.
Ketika identitas perempuannya terungkap, dia dipaksa menjadi selir. Tidak ingin menjalani kehidupan tersebut, Mulan memilih untuk mengakhiri hidupnya.
3 Frozen
Frozen yang terinspirasi dari cerita “The Snow Queen” karya Hans Christian Andersen, juga mengalami banyak perubahan. Dalam versi aslinya, bukan kisah persaudaraan yang menjadi fokus utama, melainkan cermin ajaib yang dibuat oleh iblis.
Cermin ini memiliki kekuatan untuk membuat semua yang terlihat di dalamnya tampak buruk. Ketika pecah, serpihannya tersebar ke seluruh dunia dan masuk ke mata serta hati manusia, membekukan perasaan mereka.
Seorang anak laki-laki bernama Kai terkena serpihan ini, menjadi kejam, dan akhirnya diculik oleh Ratu Salju. Gerda, sahabatnya, melakukan perjalanan berbahaya untuk menyelamatkannya.
4 Cinderella
Sementara itu, Cinderella dalam versi Brothers Grimm memiliki elemen kekerasan yang dihilangkan oleh Disney. Alih-alih sekadar menjadi orang jahat, saudari tiri Cinderella mencoba menipu sang pangeran dengan memotong bagian kaki mereka agar muat dalam sepatu kaca.
Namun, kebohongan mereka terbongkar. Sebagai hukuman, burung-burung merpati mencungkil mata mereka saat pesta pernikahan Cinderella.
5 Snow White
Kisah Snow White juga jauh lebih kejam dalam dongeng aslinya. Jika dalam versi Disney ratu jahat dikalahkan begitu saja, dalam cerita Brothers Grimm, dia dipaksa mengenakan sepatu besi yang dipanaskan hingga membara dan dipaksa menari sampai mati.
6 Putri Tidur Aurora
Dongeng Putri Tidur yang digunakan Disney dalam Sleeping Beauty juga mengalami banyak perubahan. Dalam versi paling awal yang ditulis oleh Giambattista Basile, putri yang tertidur bernama Talia.
Seorang raja yang menemukan tubuhnya malah mengambil keuntungan darinya, meninggalkannya dalam keadaan masih tidak sadarkan diri tetapi hamil anak kembar.
7 Rapunzel
Sementara itu, Rapunzel dalam versi asli tidak hanya dikurung dalam menara, tetapi juga mengalami penderitaan lebih lanjut. Ketika penyihir mengetahui bahwa dia menerima kunjungan dari seorang pangeran, rambut Rapunzel dipotong dan dia dibuang ke hutan belantara.
Ketika pangeran kembali, penyihir menipunya agar memanjat menggunakan rambut yang sudah terpotong, lalu menjatuhkannya dari menara.
Akibatnya, sang pangeran menjadi buta dan mengembara di hutan selama bertahun-tahun hingga akhirnya menemukan Rapunzel kembali. Air mata Rapunzel menyembuhkan kebutaan pangeran, dan mereka akhirnya hidup bahagia.
Perbedaan besar antara dongeng asli dan versi Disney ini menunjukkan bagaimana film animasi dibuat lebih ringan agar sesuai dengan penonton keluarga.
Meskipun versi aslinya lebih gelap dan tragis, Disney tetap mempertahankan inti cerita sambil memberikan akhir yang lebih bahagia dan mudah diterima oleh anak-anak.
Editor; Shadinta Aulia Sanjaya