Blitar, LINGKARWILIS.COM – Menjamurnya penjual takjil di Kota Blitar menjadi atensi. Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Blitar dan BPOM Kediri turun untuk sidak kelayakan makanan dan minuman atau mamin.
Hasilnya, tim gabungan sementara belum menemukan makanan yang terindikasi mengandung pengawet atau formalin. Lokasi yang menjadi sasaran pedagang yang berada di Jalan Kenanga, Kota Blitar dan Pasar Legi.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, dr Dharma Setiawan makanan yang dirazia, dites menggunakan cairan khusus. Selanjutnya diteliti lebih lanjut. “Sudah dibawa ke labkesda dan selanjutnya ditangani BPOM,” katanya, Rabu (5/3/2025).
Baca juga : Pemkab Kediri Bagikan 200 Takjil Setiap Hari Selama Ramadan, Ini Infonya
Dia mengatakan ada ada setidaknya 15 lebih sampel makanan dan minuman yang dicek. Pengecekan selama dua hari. Utamanya di Pasar Legi. Di Pasar Legi, sementara belum menemukan makanan berpengawet.
Meski begitu, pihaknya berharap konsumen untuk hati-hati membeli makanan. Utamanya yang kedaluarsa dan tanpa label. “Ada empat kandungan zat yang kami periksa, yakni kandungan formalin, boraks, metanil yellow, dan Rhodamin B,,” jelasnya.
Dia menambahkan, rata-rata para pedagang menjual dagangan bukan produksi sendiri. Ada yang dititipi dari produsen lain.
Baca juga : DPRD Kota Kediri Gelar Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan, Vinanda – Qowwimuddin Resmi Pimpin Kota Kediri
*Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya juga meminta penjual untuk berhati-hati. Dagangan dicek dengan teliti. “Ini untuk kebaikan bersama juga,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPOM Kediri, Gideon mengatakan ketika sidak pihaknya juga memberikan sosialisasi tentang higienitas mamin. Seperti sosialisasi komunikasi, informasi dan edukasi untuk menjual mamin yang aman dan sehat,” katanya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





