NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk dilaporkan diserang hama wereng secara masif. Akibatnya, petani mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai antara 50 hingga 80 persen dari potensi hasil panen.
Serangan hama tersebut menyasar tanaman padi yang memasuki usia 70 hingga 80 hari, menjelang masa panen. Alih-alih menguning siap dipanen, tanaman justru mengering dan mati akibat serangan wereng yang tidak terkendali.
Upaya petani menyemprotkan pestisida tak membuahkan hasil. Banyaknya populasi wereng membuat penyemprotan tidak efektif. Beberapa petani bahkan nekat membakar tanaman padi mereka demi memutus siklus hama.
Baca juga : Musim Kemarau Basah, Stok Pangan Kabupaten Kediri Dipastikan Aman dan Melimpah
Ketua Kelompok Tani Desa Kepanjen, Subari, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini. “Kerugian kami cukup besar. Kami sangat berharap bantuan dari Dinas Pertanian agar bisa segera kembali bercocok tanam,” ujarnya, Selasa (08/07)
Ia menambahkan, sebagian petani terpaksa melakukan panen dini untuk meminimalkan kerugian yang lebih parah jika serangan wereng terus meluas.
Sementara itu, Joko Wiyono, Perangkat Desa Kepanjen, mengatakan bahwa lebih dari 50 persen dari total 230 hektare sawah di desa tersebut telah terdampak. Ia mencatat bahwa serangan wereng mulai meluas sejak desa tetangga menyelesaikan panen, yang kemungkinan mendorong populasi hama berpindah ke Kepanjen.
Baca juga : Silahkan Kunjungi ! 11 Destinasi Wisata Dekat Stasiun Kota Kediri, Cukup Beberapa Menit Perjalanan
“Kami sedang melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi. Jika tidak segera ditangani, kerugian petani bisa semakin parah,” tegasnya.
Situasi ini menambah daftar tantangan yang dihadapi petani lokal, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan ancaman gagal panen yang terus membayangi.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





