KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Desa Susuhbango bersama BUMDes Bina Mandiri terus berinovasi dalam mengembangkan potensi desa. Salah satunya melalui program ketahanan pangan yang dikolaborasikan dengan sektor pariwisata, yakni wisata petik sendiri buah melon di kawasan Taman Pinka, Desa Susuhbango, Kecamatan Ringinrejo.
Kegiatan wisata petik melon tersebut digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (17–18/1), dengan memanfaatkan lahan seluas 11 x 25 meter yang ditanami sekitar 1.000 tanaman melon. Seluruh tanaman dibudidayakan di Green House Green Garden yang berlokasi tak jauh dari area Taman Pinka.
Selama pelaksanaan kegiatan, total melon yang terjual mencapai sekitar 1,5 ton. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, dengan wisatawan yang datang tidak hanya dari wilayah Kediri, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Buah melon hasil budidaya tersebut dijual dengan harga Rp 25 ribu per kilogram. Dengan bobot rata-rata satu buah melon mencapai lebih dari 3 kilogram, banyak pengunjung membeli dua hingga empat buah sekaligus karena kualitasnya yang dinilai baik.
Baca juga : Ratusan Mobil Klasik Berjajar di Kawasan Goa Selomangleng, Gathering PPMKI Jatim Angkat Wisata Kota Kediri
Kepala Desa Susuhbango, Siswanto, mengaku bangga dengan pengembangan budidaya melon sistem green house tersebut. Menurutnya, konsep wisata petik buah ini terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Taman Pinka sekaligus memberikan nilai tambah bagi pendapatan BUMDes.
“Kami bersyukur program ini memberikan manfaat ganda. Selain menarik wisatawan, kegiatan ini juga mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan pemasukan BUMDes,” ujar Siswanto.
Ia menambahkan, wisata petik melon sengaja dikemas bertepatan dengan akhir pekan agar dapat menjangkau lebih banyak pengunjung. Keberadaan Taman Pinka sebagai destinasi wisata desa juga dinilai semakin diminati masyarakat.
“Pengunjung bisa menikmati wisata desa sekaligus memetik melon sendiri dengan harga yang terjangkau. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





