Kediri, LINGKARWILIS.COM – Menyambut datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
BPBD telah menyiagakan perlengkapan penolong, di antaranya empat unit perahu karet, alat pemotong (senso), Arco, mobil operasional, hingga logistik makanan instan.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menjelaskan pihaknya juga telah menerima surat edaran dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur agar setiap daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Baca juga : Gara-Gara Judi Online, Ratusan Rekening Penerima Bansos di Kota Kediri Diblokir, Ini Penjelasan Kadinsos
Instruksi tersebut mencakup pemangkasan dan perampingan pohon, pembersihan saluran irigasi, serta pemantauan pergerakan tanah.
“Wilayah Kabupaten Kediri termasuk rawan bencana hidrometeorologi. Karena itu, kami berkoordinasi dengan tim siaga bencana desa (TSBD), forkompimca, TNI, dan Polri. Sejumlah kecamatan yang kami pantau antara lain Banyakan, khususnya di Desa Maron, Tiron, Jatirejo, dan Parang,” terang Joko, Jumat (19/9/2025).
Ia menambahkan, kawasan Grogol seperti Desa Kalipang, Cerme, Gambyok, dan Bakalan juga masuk dalam daerah rawan banjir. BPBD bahkan sudah menyiapkan lima ban untuk Desa Tiron sebagai langkah antisipasi banjir bandang yang sempat melanda wilayah tersebut tahun lalu.
Baca juga : Yayasan Tri Dharma Tjoe Hwie Kiong Kediri Salurkan 750 Paket Sembako, Ini Infonya
“Kami berharap masyarakat turut berperan, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai,” tegasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





