KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Halal bihalal keluarga besar Yayasan Palmturi Mulia Jaya di Kota Kediri tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Kegiatan ini berkembang menjadi forum konsolidasi strategis untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas, serta mengevaluasi layanan SPPG Palmturi pasca Ramadan, Minggu (29/3/2026).
Bertempat di Auditorium SMAST, Jalan Veteran 1, sekitar 300 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pengurus yayasan, manajemen, relawan dari empat dapur SPPG (Kemuning, Mawar, Melati, dan Anggrek), hingga mitra serta pemasok. Meski kapasitas ruangan terbatas, antusiasme dan semangat kebersamaan tetap terasa hingga acara usai.
Fokus utama kegiatan mengarah pada evaluasi layanan selama Ramadan, khususnya terkait distribusi dan inovasi menu. Petrus Ferbrian dari SPPG Melati Wonojoyo 2 menekankan pentingnya pengembangan menu ke depan.
“Menu kering memang menjadi solusi saat puasa, tetapi ke depan harus lebih variatif dan tetap memperhatikan nilai gizi,” ujarnya.
Baca juga : Polsek Kediri Kota Pastikan Situasi Obyek Vital Aman, Bhabinkamtibmas Kampung Dalem Pantau Titik Strategis
Hal serupa disampaikan Diky Nugroho dari SPPG Lirboyo 2 yang menyoroti aspek distribusi. Ia menilai perubahan ritme kerja selama Ramadan cukup memengaruhi stabilitas logistik.
“Ini menjadi catatan penting agar sistem ke depan lebih terukur dan konsisten,” tegasnya.
Sementara itu, Arum Dwi Apriliani dari SPPG Mawar Mojoroto 7 menyebut Ramadan sebagai ujian kekompakan tim.
“Kami belajar bahwa kekuatan tim dan inovasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan,” ungkapnya.
Dari sisi operasional lapangan, Rizky Yusril dari SPPG Anggrek Joho menyoroti kompleksitas wilayah distribusi yang membutuhkan koordinasi lebih kuat.
“Setiap wilayah memiliki tantangan berbeda, sehingga koordinasi harus semakin solid dan efisien,” jelasnya.
Ketua Yayasan Palmturi Mulia Jaya, Wahab CB, menegaskan bahwa momentum halal bihalal ini menjadi titik penting dalam menentukan arah organisasi ke depan.
“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk menyatukan tekad dalam melayani dengan hati, menjaga amanah, dan meningkatkan profesionalitas,” tegasnya.
Baca juga : ODGJ Resahkan Pengunjung Rumah Makan di Grogol, Satpol PP Kabupaten Kediri Lakukan Penanganan
Ia juga menekankan bahwa Yayasan Palmturi berfokus pada pengabdian sosial, bukan orientasi keuntungan. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari bantuan pendidikan, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, hingga pembangunan fasilitas ibadah.
Ke depan, yayasan berencana mengembangkan tahap kedua di kawasan Masjid Palmturi Joho, meliputi pembangunan Palmturi Education Centre serta gedung pertemuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
Menanggapi kritik publik, Wahab menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses pembenahan organisasi.
“Kritik adalah energi untuk terus berbenah. Yang terpenting, kami tetap amanah, profesional, dan responsif terhadap setiap kendala,” tandasnya.
Dengan semangat kebersamaan yang semakin kuat, seluruh elemen SPPG Palmturi optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan pasca Ramadan sekaligus memperluas dampak sosial bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai simbol eratnya kebersamaan dalam menjalankan misi sosial ke depan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





