GAZA, LINGKARWILIS.COM – Gerakan Hamas mengecam keras aksi yang mereka sebut sebagai eskalasi berbahaya setelah sekelompok pemukim Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa pada Senin (30/6/2025), dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Israel.
Dilansir dari laman Minanews, Hamas menyerukan mobilisasi warga Palestina di seluruh wilayah Yerusalem, Tepi Barat, dan kawasan dalam Garis Hijau untuk mempertahankan eksistensi Masjid Al-Aqsa.
Mereka menolak segala bentuk upaya yang dianggap sebagai proses Yahudisasi situs suci tersebut, sebagaimana dilaporkan Palestinian Information Center.
Menurut Hamas, para pemukim tidak hanya memasuki area masjid secara paksa, namun juga melakukan ritual Talmud setelah terlebih dahulu mengusir para jamaah Palestina. Tindakan ini disebut sebagai bagian dari strategi sistematis Israel untuk mengklaim kendali atas Masjid Al-Aqsa.
Baca juga : Hari Bhayangkara ke-79, Irjen Pol (Purn) Puji Hartanto Hadir Sebagai Tamu Istimewa di Kediri
“Penyerbuan ke Al-Aqsa dan pengusiran jamaah adalah bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian tempat ibadah umat Islam dan upaya lanjutan pendudukan untuk menciptakan realitas baru di lapangan,” tulis Hamas dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Hamas mengajak negara-negara Arab dan Islam, serta lembaga keagamaan internasional, untuk bersatu dan mengambil langkah konkret demi melindungi Masjid Al-Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam dari penodaan berulang dan ancaman penghapusan identitas keislamannya.
Serangan terbaru ini disebut sebagai bagian dari rangkaian provokasi yang terus memicu ketegangan religius dan politik di kawasan Yerusalem Timur, yang hingga kini masih berada dalam status pendudukan oleh Israel.***
Editor : Hadiyin





