Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Kenaikan harga aspal yang hampir menyentuh 20 persen memaksa Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Ponorogo melakukan penyesuaian ulang terhadap rencana anggaran biaya (RAB) proyek peningkatan jalan.
Kepala DPUPKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, menyatakan bahwa lonjakan harga bahan baku berdampak langsung pada perencanaan infrastruktur.
“Mau tidak mau karena harga aspal naik cukup tinggi, kami harus menghitung ulang RAB. Dampaknya tentu pada panjang jalan yang bisa diperbaiki, kemungkinan ada pengurangan target,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Pertamina Trading & Service, harga aspal curah dari Refinery Unit IV Cilacap mengalami kenaikan dari Rp9.400 per kilogram pada Maret menjadi Rp11.565 per kilogram. Sementara itu, aspal kemasan drum eks Gresik juga naik dari Rp11.600 menjadi Rp13.600 per kilogram.
Akibat kondisi tersebut, kemampuan jangkauan proyek pun berpotensi berkurang. Jika sebelumnya anggaran mampu mengakomodasi perbaikan hingga 10 kilometer jalan, kini kemungkinan hanya sekitar 9 kilometer.
Baca juga : Dari Toko Assalam Lirboyo Kediri, Agen BRILink Layani Ribuan Transaksi dan Jadi Jawara Nasional
Meski demikian, Jamus menegaskan bahwa kualitas pekerjaan tidak akan dikompromikan.
“Kita bekerja sesuai dengan standar, kualitas tetap kita utamakan. Yang berkurang panjangnya, bukan kualitasnya,” tegasnya.
Diketahui, proyek perbaikan jalan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total anggaran sekitar Rp103 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk pekerjaan overlay di sejumlah ruas jalan rusak di wilayah Ponorogo.
Baca juga : Cegah Serangan OPT di Awal Kemarau, Petani Kediri Intensifkan Gerdal
Setelah penyesuaian RAB selesai, dokumen akan segera diajukan ke tim lelang agar proses tender dapat berjalan. DPUPKP menargetkan pekerjaan fisik mulai dilaksanakan pada Mei mendatang.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin

