Daerah  

Harga Cabe di Blitar Semakin “Pedas”

Harga Cabai di Blitar Semakin "Pedas*
Pedagang cabai rawit di Pasar Legi. (aziz)

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Kenaikan harga cabai rawit yang melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir membuat para ibu rumah tangga (IRT) merasa geram. Harga cabai yang semula Rp 35 ribu per kilogram kini telah mencapai Rp 70 ribu, mencatat peningkatan hingga 100 persen dalam waktu seminggu saja.

“Cabai semakin panas. Naiknya memang bertahap sampai harga terakhir Rp 70 ribu per kilogram. Bahkan dipastikan bisa naik lagi,” ujar Ali Mahmud, seorang pedagang di Pasar Legi, Blitar, Jumat (19/7/2024).

Ali Mahmud mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kenaikan harga adalah banyaknya tanaman cabai yang gagal panen akibat musim kemarau yang melanda pertengahan tahun ini.

“Cabai itu yang paling penting adalah pasokan air. Kalau airnya seret, bikin mati tanamannya,” jelasnya.

Selain itu, kenaikan harga juga diperburuk oleh tipisnya persediaan di tingkat pedagang. Ali Mahmud memprediksi bahwa harga cabai bisa tembus hingga Rp 100 ribu per kilogram, seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Dan memang ketika hujan sudah tak turun, cabai mulai jarang dan berujung harga naik,” tambahnya.

Karena harga yang semakin tinggi, permintaan konsumen juga menurun. Ali Mahmud menyatakan bahwa saat ini ia hanya berani menjual 20-30 kilogram cabai per hari, berbeda dengan saat harga cabai masih Rp 25 ribu, di mana ia berani menyetok hingga 40-50 kilogram.

Baca juga : Pj Wali Kota Kediri Beri Motivasi Calon Paskibraka Kota Kediri Saat Pra Latihan

Kenaikan harga cabai yang signifikan ini tidak hanya mempengaruhi pedagang, tetapi juga para ibu rumah tangga yang setiap hari mengandalkan cabai untuk memasak. Mereka berharap kondisi ini segera membaik agar kebutuhan dapur dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.***

Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *