Daerah  

Kader Disebut Terkait Dugaan Pesta Narkoba, Gerindra Tegaskan Tak Ada Ampun

MALANG, LINGKARWILIS.COM — Partai Gerindra menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap kader yang terlibat korupsi maupun penyalahgunaan narkoba. Sikap itu disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, menyusul mencuatnya kasus dugaan pesta narkoba yang melibatkan delapan orang di Surabaya.

Zia’ul Haq mengatakan, korupsi dan narkoba menjadi perhatian serius Partai Gerindra. Namun, terkait kasus di Surabaya, partai masih menunggu kepastian dari aparat penegak hukum sebelum mengambil langkah terhadap kader yang disebut dalam pemberitaan.

“Kalau berkenaan dengan korupsi dan narkoba, ini memang tidak ada ampun bagi Partai Gerindra. Itu sudah menjadi atensi Pak Prabowo,” kata Zia’ul Haq, Rabu (30/9).

Menurutnya, Gerindra telah melakukan konfirmasi secara kelembagaan kepada sejumlah pihak kepolisian untuk memastikan informasi mengenai adanya kader partai yang disebut terkait kasus tersebut.

“Kami secara kelembagaan sudah bertanya, tetapi masih belum mendapatkan informasi yang kami perlukan,” ujarnya.

Zia’ul Haq menegaskan, partai tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar melalui pesan WhatsApp maupun pemberitaan media.

Kepastian mengenai keterlibatan kader, kata dia, tetap harus didasarkan pada informasi resmi dari aparat penegak hukum. Dengan demikian, Gerindra masih menunggu proses klarifikasi dan perkembangan penanganan perkara tersebut.

Jika nantinya terdapat kepastian mengenai keterlibatan kader, Gerindra akan menjalankan mekanisme internal partai. DPD akan melakukan pemanggilan dan klarifikasi terhadap kader yang bersangkutan.

Sementara untuk pemberian sanksi, kewenangan tersebut berada di Mahkamah Partai.

“Kalau memang nanti ditemukan atau ada kepastian, DPD pasti akan memanggil dan mengklarifikasi. Kalau sanksi, yang memberikan adalah Mahkamah Partai,” katanya.

Writer: Trias N MEditor: Ahmad Bayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *