Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Pria berinisial FC (37), warga Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, yang sebelumnya melukai adik kandungnya, AY (27), kini dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang. Ironisnya, korban selama ini diketahui menjadi pihak yang kerap merawat dan mendampingi pelaku dalam menjalani pengobatan gangguan kejiwaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan, menjelaskan bahwa konflik antara keduanya telah dipicu sejak Selasa (31/3/2026). Saat itu, korban datang ke rumah pelaku untuk mengingatkan agar menjaga kebersihan halaman rumah.
“Pelaku sempat tersulut emosi sejak kemarin, namun masih dapat menahan diri. Saat korban kembali datang keesokan harinya, emosi pelaku kembali memuncak hingga terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi kekerasan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Baca juga : Jelang Paskah, Polres Kediri Kota Lakukan Sterilisasi Ketat di Sejumlah Gereja
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan sempat menjalani perawatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Saat ini kondisi korban dilaporkan telah stabil. Bahkan, korban disebut tidak menyimpan dendam terhadap pelaku, mengingat kondisi kejiwaan yang dialami kakaknya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan dan pelaku diamankan, Dinas Kesehatan Tulungagung memutuskan untuk merujuk FC ke RSJ Lawang guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hal ini didasarkan pada riwayat gangguan kejiwaan yang telah lama dialami pelaku.
“Pelaku memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan beberapa kali menjalani perawatan di RSJ, terakhir pada tahun 2025,” jelas Aris.
Ia menambahkan, sebelum insiden tersebut, hubungan antara pelaku dan korban terbilang baik. Bahkan, korban selama ini berperan aktif dalam membantu proses pengobatan pelaku, termasuk mengambilkan obat rutin di Puskesmas Simo untuk menjaga stabilitas kondisi kejiwaannya.
Baca juga : FKP Adminduk Kediri Jadi Ajang Evaluasi Layanan, Dispendukcapil Tegaskan Gratis, Mudah, dan Sesuai Aturan
Selama ini, pelaku juga diketahui tetap berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan tidak memiliki riwayat tindakan kekerasan sebelumnya.
“Korban yang selama ini merawat dan mengurus pengobatan pelaku. Sebelumnya juga tidak pernah ada konflik ataupun perilaku kekerasan,” pungkasnya.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





