LINGKARWILI8.COM – Pada awal tahun 2025, kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Tulungagung masih menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Meski begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung memastikan bahwa periode outbreak atau lonjakan kasus sudah berlalu dan tidak terjadi di tahun ini.
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, mengungkapkan bahwa jumlah kasus DBD di Tulungagung selama Januari 2025 tergolong tinggi. Pihaknya mencatat ada 144 kasus dalam sebulan, dengan tiga di antaranya berujung pada kematian.
Dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, jumlah kasus DBD tahun ini mengalami peningkatan yang cukup tajam. Saat itu, Dinkes Tulungagung mencatat hanya ada 56 kasus dengan dua kematian. Data tersebut menunjukkan bahwa awal tahun 2025 masih terjadi lonjakan kasus DBD di wilayah tersebut.
“Lonjakan kasusnya masih terjadi di awal tahun 2025 ini. Bahkan dalam dua minggu di bulan Februari 2025 ini, kami baru mencatat 22 kasus. Kalau dibedah lebih detail lagi datanya, di bulan Februari ini sebenarnya sudah mulai turun,” kata Desi Lusiana Wardani, Selasa (18/2/2025).
Tak Menepi! Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta Api di Tulungagung
Menanggapi situasi ini, Desi menyebut pihaknya tetap mewaspadai puncak kasus DBD yang diperkirakan akan terjadi pada bulan April dan Oktober, sama seperti tahun sebelumnya. Namun, faktor cuaca juga menjadi penentu. Jika hujan terus berlangsung, kemungkinan besar pola kasus DBD akan serupa dengan tahun lalu.
Terkait kemungkinan outbreak, Desi menegaskan bahwa fenomena tersebut sebenarnya sudah berlalu di Tulungagung. Seharusnya, outbreak terjadi pada tahun 2024, tetapi nyatanya tidak ada kejadian luar biasa (KLB) sepanjang tahun tersebut. Dengan demikian, pihaknya memastikan bahwa outbreak tidak akan terjadi di tahun 2025.
“Tetapi kalau bulan Februari dan seterusnya ini temuan kasusnya cenderung turun, maka polanya akan berbeda dengan tahun 2024 kemarin. Outbreak di Tulungagung itu terakhir pada tahun 2019, harusnya di tahun 2024 terjadi lagi, tetapi kemarin tidak terjadi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Desi menjelaskan bahwa mayoritas kasus DBD pada awal tahun ini menyerang anak-anak. Bahkan, tiga kasus kematian akibat DBD di bulan Januari 2025 semuanya menimpa anak-anak, dengan dua kasus terjadi di Kecamatan Pakel dan satu kasus di Kecamatan Sumbergempol.
Rumah Mewah di Batu Dibobol Maling, Uang Rp 16 Juta Raib!
Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes Tulungagung terus menggencarkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna menekan angka kasus DBD. Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung juga telah mengeluarkan instruksi agar masyarakat aktif melakukan PSN di lingkungan masing-masing.
“Tidak ada upaya yang tepat selain melakukan PSN untuk menangani kasus DBD. Fogging jika tanpa dibarengi PSN tidak akan berguna. Makanya setiap sektor mulai dari puskesmas, desa, dan kecamatan rutin mengingatkan setiap warga untuk melakukan PSN,” pungkasnya.





